Selasa, 13 Oktober 2026

APBN Menjaga Momentum Penguatan Ekonomi di Tengah Tantangan Perekonomian Global

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Terasbanggai,Jakarta-Perkembangan kasus Covid-19 baik global dan domestik relatif landai, namun kemunculan varian baru perlu diwaspadai. Vaksinasi tetap menjadi instrumen utama untuk transisi dari pandemi menuju ke endemi, akselerasi vaksinasi perlu dilanjutkan terutama di tengah kemunculan varian baru.

Di Indonesia, sampai dengan 22 Juni 2022, vaksin Covid-19 telah diberikan kepada 201,24 juta masyarakat (74,5 persen populasi) untuk dosis 1, 168,59 juta masyarakat (62,4 persen) untuk dosis 2, dan 49,34 juta masyarakat (18,3 persen populasi) untuk vaksin booster.

Seiring terkendalinya pandemi Covid-19, tantangan dan risiko global bergeser ke arah peningkatan harga komoditas, memanasnya tensi geopolitik, serta percepatan pengetatan moneter AS.

Selain itu, disrupsi suplai yang tak berkesudahan, serta meningkatnya inflasi dan keterbatasan likuiditas global semakin menambah downside risk (risiko negatif) terhadap prospek perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi global diprediksi melemah.

Beberapa lembaga internasional kembali menurunkan proyeksinya, antara lain IMF (2022: 3,6 persen dan 2023: 3,6 persen) dan World Bank (2022: 2,9 persen dan 2023: 3,0 persen).

“Banyak negara yang menghadapi ruang fiskal mereka yang sudah terpakai secara luar biasa pada pandemi yang lalu, sehingga ruang fiskal makin terbatas. Ini adalah risiko baru yang menyebabkan lembaga-lembaga internasional melakukan revisi ke bawah dari prediksi ekonomi,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2022, hari ini.

APBN bekerja keras melalui Belanja Negara untuk mendukung program pemulihan ekonomi dan menjaga dampak adanya ketidakpastian. Kinerja APBN hingga bulan Mei masih mencatatkan surplus.

Namun transmisi risiko global ke belanja dan pembiayaan perlu diantisipasi dengan upaya optimalisasi yang terus dilakukan. Realisasi Belanja Negara sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp938,2 triliun (34,6 persen dari pagu APBN 2022). Realisasi Belanja Negara tersebut meliputi realisasi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp653,9 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp284,3 triliun.

Kinerja belanja K/L bulan Mei 2022 mencapai Rp319,2 triliun, antara lain dimanfaatkan untuk belanja pegawai, kegiatan operasional K/L, pengadaan peralatan/ mesin, jalan, jaringan, irigasi, serta penyaluran berbagai bansos ke masyarakat. Selanjutnya, belanja non-K/L tercapai sebesar Rp334,7 triliun. Melalui belanja non-K/L, APBN hadir untuk masyarakat dengan memberikan kompensasi BBM sebesar Rp18,1 triliun, subsidi (berupa 5,6 juta KL BBM; 2,5 juta MT LPG 3 kg; 38,4 juta pelanggan listrik bersubsidi; 3,5 juta ton pupuk; dan 46 ribu unit subsidi perumahan), dan program kartu prakerja bagi 1,1 juta orang peserta.

Alokasi PC-PEN tahun 2022 terdiri dari penanganan kesehatan sebesar Rp122,54 triliun, perlindungan masyarakat sebesar Rp154,76 triliun, dan penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp178,32 triliun. Realisasi PC-PEN hingga 17 Juni 2022 mencapai Rp113,5 triliun (24,9 persen dari alokasi), meliputi: a) Kesehatan Rp27,6 triliun; b) Perlinmas Rp57,0 triliun; dan c) Penguatan Pemulihan Ekonomi Rp28,8 triliun.

Realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan 31 Mei 2022 mencapai Rp284,3 triliun atau 36,9 persen dari pagu APBN 2022. Utamanya didukung kepatuhan daerah dalam menyampaikan syarat salur yang lebih baik dan penyaluran dana BOS regular TA 2022 tahap I. (*/budi)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!