Usulan Bupati Banggai Terkait Jargas Rumah Tangga dan Bangun Pabrik Pupuk Direspon Mendagri
Terasbanggai– Bupati Banggai Amirudin memberikan apresiasi pada Mendagri Tito Karnavian yang berkesempatan hadir pada panen raya padi yang dilaksanakan pemerintah daerah kabupaten Banggai.
“Terima kasih Pak Menteri bisa hadir di Banggai melaksanakan panen raya di Toili Barat,” ungkap Bupati Amirudin.
Kehadiran Mendagri, kata Bupati Amirudin di kabupaten Banggai sekaligus melihat kondisi kabupaten Banggai dari berbagai sektor. Termasuk penanganan inflasi yang telah dilakukan pemerintaah daerah.
“Pak Menteri selalu memimpin rapat infkasi yang tidak hanya dihadiri oleh gubernur/bupati tetapi juga oleh menteri terkait, kehadiran Pak Menteri menjadi momentum untuk bisa menjadi perhatian untuk kesejateraan masyarakat kabupaten Banggai,” ujar Bupati Amirudin.
Dirincikan Bupati Amiurudin sebagai daerah penghasil gas, masyarakat kabupaten Banggai dadpat menikmati gas untuk kebutuhan rumah tangga sehingga tidak bergantung lagi pada Elpiji.
“Pak Menteri, inflasi yang dialami masyarakat daerah ini adalah kebutuhan gas rumah tangga padahal daerah kami ini penghasil gas terbesar tapi belum dapat menikmati sepenuhnya,” jelas bupati.
Dilaporkan saat ini oleh Kementrian ESDM kabupaten Banggai mendapatkan program gas rumah tangga sebesar 10.500 rumah. Jumlah terseebut belum sepenuhnya melayani kebutuhan masyarakat.
“Kami telah mengusulkan penambahan sekira 40.000 sehingga program gas rumah tangga ini dapat dinikmati masyarakat sampai di Luwuk dan tidak bergantung lagi pada Elpiji,” kata bupati.
“Dan Alhamdulilah dalam perjalanan kesini (desa Mentawa,red) Pak Menteri sudah meminta kami membuat surat dan akan ditindaklanjuti terkait program gas rumah tangga ini,” tutur Bupati Amirudin.
Bupati Amirudin juga mengungkapkan keinginan masyarakat petani akan kekurangan pupuk yang kerap kali dikeluhkan petani yang berdampak pada hasil panen.
“Kendala kekurangan pupuk ini sehingga hasil panen optimal. Idealnya perhektar bisa sampai 7-8 ton. Bahkan saat awal memimpin daerah ini kami menargetkan 10 ton perhektar namun bisa belum terpenuhi karena terkendala pupuk,” kata bupati.
Dihadapan Mendagri dan pejabat Kemendagri, Bupati Amirudin mengungkapkan masyaratakat petani tak akan lagi mengeluhkan kekurangan pupuk, bila pabrik Amoniak yang dikelola PT PAU, dapat juga dibuat pabrik pupuk.
“Banggai ini Pak Menteri adalah penghasil Amoniak terbesar, sehingga dengan dorongan Pak Menteri pabrik Amoniak itu dapat juga pabrik pupuk sehingga masyarakat petani di Sulawesi Tengah bisa menikmati pupuk yang dibutuhkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyambut baik keinginan Bupati Banggai Amirudin untuk membangun pabrik pupuk di daerah ini. Bahkan, Bupati Amirudin diminta menyiapkan konsep dan data yang diperlukan terkait rencana pembangunan pabrik pupuk di daerah ini.
“Nanti Pak Bupati lakukan pemaparan, kita undang menteri menteri terkait. Paling penting pembangunan pabrik pupuk ini bisa memenuhi kebutuhan rakyat dan tentunya dapat menguntungkan negara dan rakyat di Banggai. Ini positif karena juga akan menciptakan lapangan kerja,” tutur mendagri.

