Pemda Banggai Siapkan BUMD Kelola PI 10 Persen, Bupati : Kalau Berlaku Surut Kita Bisa Bicara dari Awal
Terasbanggai-Bupati Banggai Amirudin terus melakukan upaya agar kabupaten Banggai mengambil peranan investasi dalam pengelolaan investasi di sektor migas di daerah ini melalui partisipasi interest.
Pada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Bupati Amirudin menandaskan, investasi Migas yang dilakukan investor di daerah ini sangat besar peluangnya dikelola melalui PI 10 persen tersebut.
“Hanya saja kita telat, kontrak sudah dimulai tahun 2012 aturan tentang PI 10 persen ini berlaku di tahun 2016, sementara pengelolaan PI itu tidak berlaku surut,” jelas Bupati Amirudin, Jumat (18/8/2023).
Meski begitu, pemerintah daerah tak ingin larut dengan ketentuan tersebut. Saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan PT Banggai Energi, badan usaha milik daerah yang nantinya akan terlibat langsung mengelola PI 10 persen tersebut.
“Kalau berlaku surut kita bisa bicara dari awal. Kita orientasi sekarang kedepan siapkan BUMDnya, setelah kontrak baru di tahun 2027 daerah sudah punya BUMD kalau tidak punya tidak akan dikasih,” jelas bupati.
Kesiapan BUMD masuk di investasi migas ini benar benar membutuhkan manajemen yang profesional dalam pengelolaannya.
Dirincikan Bupati Amirudin, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKK) nantinya saat PI 10 persen telah berjalan keuntungannya akan berkurang 10 persen karena telah diberikan peda pemerintah daerah.
Selain itu berdasarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 37 tahun 2016, modal awal dari keterlibatan pemda melalui PI 10 persen disediakan oleh KKKS.
“Kita tidak akan mengeluarkan biaya, tapi mereka akan berikan biaya, memberikan pinjaman biaya untuk mengelola bisnis plant,” paparnya.
Namun BUMD selaku pelaksana PI 10 persen itu harus mengembalikan modal setelah proses produksi dimulai pada KKKS tanpa dikenakan bunga.
“Nanti misalnya membangun usaha itu 1 juta dolar AS, kita punya ada sekitar 100 misalnya, nanti pada saat penerimaan kita akan dipotong dengan modal yang awal, keuntungannnya nanti tergantung pembicaraan, apakah 10-90 atau 70-30,” terang Bupati Amirudin.

