Jelang Puncak HANTARU 2023, Bupati Banggai Bagikan Sertifikat Tanah pada Warga
Terasbanggai– Bupati Banggai Amirudin hadir dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) tahun 2023 yang dilaksanakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Banggai bertempat di desa Uwedikan, kecamatan Luwuk Timur, Senin (11/9/2023).
Rangkaian kegiatan HANTARU yang puncaknya peringatannya akan digelar 24 September mendatang, Bupati Banggai Amirudin melakukan penanaman pohon dan pembagian sertifikat tanah.
Bupati Banggai Amirudin memberikan apresiasi pada Badan Pertanahan kabupaten Banggai yang selama ini terus bersinergi bersama pemerintah daerah dalam merealisasikan program sertfikasi tanah gratis di daerah ini.
“Sertifikat ini sebagai dasar hukum bahwa tanah kita memiliki sertfikat, pesan saya sertfikat ini disimpan baik baik,” ujar Bupati Amirudin.
Bupati Amirudin juga mengingatkan kepada warga yang belum memiliki sertfikat tanah untuk segera mengajukan permohonan, khususnya di wilayah pertambangan nikel agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
“Daerah ini makin hari makin banyak investor, jadi jika nanti ada pembebasan lahan maka tidak ragu lagi untuk membayar karena ada surat-suratnya,” jelasnya.
Pemerintah daearah bersama BPN kabupaten Banggai akan melaksanakan pembagian sertfikat tanah gratis di wilayah kecamatan Pagimana dan Mantoh.
Selain melakukan pembagian sertfikat tanah rangkaian kegiatan HANTARU 2023 itu juga Bupati Banggai berkesempatan melakukan penanaman pohon.
“Saya berharap menanam pohon jangan hanya pada kegitan-kegiatan seperti ini saja, tetapi setiap hari jika kita bisa menanam, kita tanam, pohon apa saja, tanaman apa saja”, terangnya.
Dituturkan Bupati, bumi kita ini semakin tua yang ditandai adanya perubahan iklim yang makin hari makin tinggi dan tidak bisa dikendalikan yang berdampak terjadi kekeringan dan musibah lainnya.
“Solusi merubah perubahan iklim ini adalah salah satunya kita harus banyak-banyak menanam pohon. Apa lagi kita di Luwuk banyak investor yang masuk yang membabat banyak tanaman, tapi bagaimana lagi kita juga tidak bisa melarangnya karena kita juga butuh mereka, sehingga caranya adalah kembali kita menanam pohon di lahan-lahan kita yang mulai gundul,” pungkasnya.

