Selasa, 13 Oktober 2026

Mendag Zulkifli Hasan Resmikan Pasar Bunta, Dorong Anggaran Pasar Simpong ke Kementrian PUPR

Terasbanggai.com-Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meresmikan pemanfaatan pasar Bunta di kecamatan Bunta, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah bertempat di kawasan pasar Simpong, Selasa (13/2/2024).

Diketahui bangunan pasar Bunta tersebut didanai dari APBN atas permohonan Bupati Banggai Amirudin tahun 2023 lalu.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, revitalisasi pasar Bunta tersebut adalah komitmen pemda Banggai dalam meningkatkan kualitas infrastruktur ekonomi lokal dengan dukungan anggaran dari APBN melalui kementerian perdagangan.

“Hari ini pasar bunta yang jauh kita resmikan disini dibangun dengan Rp 3 miliar tapi pak bupati membangunnya tampak lebih mahal padahal enggak, itulah kalau membangun dengan hati lebih bagus hasilnya,” ungkap Mendag Zulkifli yang sudah tiga kali mengunjungi daerah ini.

Dalam kunjungan kerjanya di kabupaten Banggai, Mendag juga melihat secara langsung progres pembangunan pasar Simpong yang pengerjaannya baru selesai pada tahap pertama.

Melihat potensi di sekitar pasar Simpong, Mendag mengusulkan agar fungsi pasar rakyat dipadukan dengan potensi wisata di sekitarnya dengan memanfaatkan sisi lantai dua pasar Simpong tersebut.

“Kalau anggarannya besar itu dari PUPR jadi yang tahap sebelah sana kalau APBD-nya belum ada, nanti bisa diusulkan, nanti kita bantu agar PUPR yang membangun,” jelas Zulkifli.

Sementara itu Bupati Banggai Amirudin memaparkan progres pembangunan pasar Simpong tahap pertama yang dikerjakan pemda Banggai.

“Sengaja kami undang bapak datang ke pasar simpong untuk melihat secara langsung pembangunan tahap pertama, Insya Allah tahap kedua akan kita revitalisasi yang ada di sebelahnya dan pembangunan pasar apung,” ujar Bupati Banggai.

Didampingi oleh Bupati Amirudin, Mendag Zulkifli melakukan tinjauan ke Pasar Simpong untuk menemui pedagang secara langsung dan melakukan dialog.

Selain berinteraksi dengan pedagang, Mendag juga memeriksa harga-harga bahan pokok, termasuk beras lokal, beras premium, dan beras Bulog.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi terkait panen raya yang kini mengalami pergeseran jadwal akibat perubahan iklim.

“Memang kita ini terlambat panen karena perubahan iklim, jadi panen raya diperkirakan di bulan April – Mei,” ungkap Mendag RI.

Meskipun demikian, Mendag menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar.

Tutup
error: Content is protected !!