Kolaborasi DSLNG dan OISCA, Hantarkan Pemuda Kintom ini Kontrak Kerja Pertanian di Jepang
Terasbanggai.com Luwuk-Enam pemuda dari kecamatan Kintom, Nambo dan Batui telah menuntaskan pelatihan keberlanjutan terpadu di pusat pelatihan Organization for Industrial, Spiritual and Cultural Advancement (OISCA) Sukabumi Training Center, kabupaten Sukabumi, provinsi Jawa Barat.
Pelatihan yang dimulai sejak bulan Mei 2024 lalu itu diinisiasi PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) yang bekerja sama dengan organisasi nirlaba OISCA-Jepang.
External Communication Supervisor, DSLNG, Rahmat Azis mengatakan, keenam pemuda yang berasal dari area sekitar wilayah operasi DSLNG itu, kini sudah dapat membagi ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan saat pelatihan yang diberikan OISCA Jepang.
“Bahkan 4 orang pemuda itu mendapat kontrak kerja di Jepang. Namun hanya 1 orang yang bersedia untuk ke Jepang. Tahun depan berangkatnya,” ungkap Rahmat di stan DSLNG, Banggai Government Expo 2024, Rabu (18/9/2024).
Rahmat bilang, program pelatihan pertanian modern ini baru pertama kali dilakukan DSLNG bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten Banggai. Pilihan pada OISCA Jepang karena pengalamannya membangun sistim pertanian modern selama bertahun tahun, di berbagai negara asia.
“Program ini adalah CSR DSLNG di bidang pertanian. Pilihan pada OISCA Jepang karena mereka punya model pelatihan pertanian modern yang lengkap,” ujarnya.
Sementara itu, Ariel Pratama pemuda asal Kintom yang akan mengikuti kontrak kerja di Jepang mengaku sangat senang bisa menjajaki sektor pertanian di Jepang nantinya.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Tentunya ini tak lepas dari peran penting DSLNG dan OISCA Jepang,” jelasnya saat diwawancara Terasbanggai.com di stan DSLNG, Rabu malam.
Ariel mengatakan, sekembalinya dari pelatihan yang dilaksanakan OISCA Jepang di kabupaten Sukabumi, ia telah membagi ilmu pertanianya pada masyarakat, khususnya di tempat domisilinya.
“Saya berbagi ilmu pengetahuan pertanian dengan orang tua di kampung dan para petani,” tuturnya.
Ia berharap, keberangkatan ke Jepang nantinya dapat menambah wawasan keilmuan bidang pertanian Jepang yang dikenal disiplin dan pekerja keras.

