Selasa, 13 Oktober 2026

Disdikbud Canangkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah, Bupati Banggai Harap Program Dikembangkan  

Bupati Banggai Amirudin bersama Forkompimda menandatangani kesepahaman bersama terkait pencegahan kekerasan di sekolah. Turut mendampingi Kepala Dinas Dikbud, Syafrudin Hinelo yang pada acara tersebut dicanangkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah. [FOTO DKISP]

Terasbanggai.com, Luwuk-Bupati Banggai Amirudin menghadiri pencanangan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Banggai, bertempat di Graha Pemda, Kamis (19/9/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Dikbud kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo dan jajarannya, Forkompimda, para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemda Banggai.

Bupati Banggai Amirudin memberikan apresiasi inisiasi Disdikbud yang mencanangkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Dikatakan bupati, GSMS ini sebagai upaya untuk menggali potensi peserta didik di bidang kesenian, Gerakan ini patut untuk dikembangkan.

“Adanya seniman masuk sekolah akan memperkaya pengalaman anak-anak kita, menggali potensi yang selama ini belum tersentuh oleh seni. Sehingga tidak hanya membuat mereka pintar, tetapi juga berkarakter,” jelas Bupati Amirudin.

Bupati Amirudin juga menekankan, kesetaraan anak anak daerah ini mendapatkan pendidikan terbaik di daerah ini

“Tidak boleh lagi kita membeda-bedakan. Karena ini anaknya kepala dinas atau anaknya bupati maka pelayanannya lebih khusus, ini tidak boleh terjadi,” tegas Bupati Amirudin.

Dalam kesempatan itu juga Disdikbud Banggai melaksanakan penandatanganan kesepahaman bersama terkait pencegahan dan penanganan  tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Bupati Banggai Amirudin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Syafrudin Hinelo, Polres Banggai, Kodim 1308 Luwuk Banggai, Kejaksaan Negeri, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Bupati Amirudin menegaskan, segala bentuk tindak kekerasan seperti kekerasan fisik, verbal, psikologis, kekerasan seksual, dan kekerasan siber terhadap anak dapat dicegah dengan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, kondusif, tanpa diskriminasi.

“Ini adalah upaya kita untuk memberikan rasa aman kepada anak-anak kita sehingga mereka merasa nyaman saat berada di sekolah,” ujar Bupati Amirudin.

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan sebagaimana tertuang dalam dokumen komitmen bersama tersebut, di antaranya, melaksanakan program sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan kekerasan secara berkala kepada seluruh warga sekolah.

Membentuk tim penyuluh untuk menyebarkan pesan positif tentang pergaulan yang sehat dan saling menghormati. Menetapkan prosedur pelaporan yang mudah, cepat, dan aman bagi korban atau saksi kasus kekerasan dengan menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

Mengoptimalkan tugas dan fungsi satgas pencegahan dan penanganan tindak kekerasan di satuan pendidikan dengan melakukan investigasi secara cepat dan menyeluruh terhadap setiap laporan kasus kekerasan.

Satgas juga dituntut untuk memberikan bantuan dan dukungan psikologis kepada korban dan menjatuhkan sanksi yang tegas dan adil kepada pelaku kekerasan.

Tutup
error: Content is protected !!