Selasa, 13 Oktober 2026

Hingga 2023, DSLNG telah Lepasliarkan 127 Burung Maleo  

Dihari kedua Banggai Government Expo 2024, Stan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) dikunjungi Kapolres Bangggai AKBP Putu Hendra Binangkari. Tampak Kapolres Banggai saat foto bersama dengan External Communication Supervisor, DSLNG, Rahmat Azis, dan staf, Kamis (19/9/2024) malam. [FOTO:Budi/Terasbanggai.com]

Terasbanggai.com, Luwuk- PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) tak hanya berfokus pada investasi Migas di kabupaten Banggai, tetapi juga memperlihatkan komitmen perusahaan menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelepasliaran anak burung Maleo atau dalam bahasa latinnya disebut Macrocephalon maleo, di pusat Konservasi Maleo yang didirikan sejak tahun 2013.

“Sampai tahun 2023 lalu, kami sudah lepasliarkan sebanyak 127 ekor burung Maleo,” ungkap salah satu staf DSLNG, Iis di stan DSLNG, Banggai Government Expo di Tribun Mirqan, Rabu (18/9/2024).

Pelepasliaran anak burung Maleo ke alam bebasnya yang merupakan hasil konservasi DSLNG akan membantu terjadi peningkatan populasi satwa endemik Sulawesi ini yang terancam punah.

“Untuk tahun ini belum ada pelepasliaran, saat ini jumlah burung yang ada Maleo Center, Konservasi Maleo ada 22 ekor burung Maleo, ada yang umurnya 10 tahun, ada yang 5 tahun,” jelas Iis.

Sejak dibuka tahun 2023 silam Konservasi Maleo di kilang Senoro, desa Uso, kecamatan Batui, DSLNG adalah perusahaan yang pertama kali melakukan konservasi pelepasliaran burung Maleo.

“Program ini mendapatkan pendampingan penuh dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Sulawesi Tengah,” tuturnya.

Diketahui, Maleo Center Konservasi Maleo selain sebagai pusat pelepasliaran burung Maleo juga dijadikan sarana menambah pengetahuan tentang burung Maleo bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

Tutup
error: Content is protected !!