Cek Fakta: Amirudin Dibilang Bohong
Terasbanggai.com, Luwuk–Pasangan calon bupati nomor urut 1, Amirudin-Furqanuddin Masulili, sering kali disebut “balecos” (bohong, Red) oleh lawan politik mereka.
Tuduhan ini muncul terkait janji-janji pembangunannya yang disampaikan lawan politiknya melalui berbagai platform media sosial maupun secara langsung. Beberapa janji tersebut meliputi pembangunan pabrik saus, jembatan, pengembangan kawasan wisata Pulo Dua, pembangunan Mall dan pasar terapung.
“Saya sering dibilang balecos. Hari ini, saya akan menyampaikan fakta sebenarnya,” ujar Amirudin saat acara Ngobrol Santai sambil Ngopi di rumah Relawan AT-FM, Jalan Ir. Soekarno, pada Senin (7/10/2024) malam.
Bagaimana Faktanya?
Pembangunan Pabrik Saus
Amirudin menyatakan bahwa sudah ada investor yang tertarik untuk membangun pabrik saus di Kabupaten Banggai. Investor tersebut bahkan telah melakukan survei di Desa Lenye dan Salodik.
“Mereka sudah survei lokasi,” ungkap Amirudin, yang saat ini tengah menjalani cuti sebagai Bupati Banggai. Namun, berdasarkan hasil kajian investor, pasokan bahan baku untuk produksi saus di daerah tersebut tidak mencukupi.
“Upaya kami untuk mendatangkan investor sudah berhasil. Mereka melakukan evaluasi dan menemukan bahwa tomat di daerah ini tidak bisa dipanen beberapa kali dalam setahun. Itu hasil evaluasi dari tim investor,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan
Amirudin juga menegaskan bahwa selama tiga tahun memimpin Kabupaten Banggai, telah dialokasikan anggaran untuk pembangunan beberapa jembatan.
Berdasarkan data Dinas PUPR Banggai, pada tahun 2021, dialokasikan anggaran sebesar Rp9.074.919.108,24 untuk pembangunan jembatan sepanjang 294,5 meter.
Kemudian pada tahun 2022, dibangun jembatan sepanjang 189,5 meter dengan anggaran Rp5.010.000.000. Pada tahun 2023, anggaran sebesar Rp14.800.000.000 digunakan untuk pembangunan jembatan sepanjang 381,4 meter.
Sementara itu, di tahun 2024, dibangun jembatan sepanjang 433,37 meter dengan anggaran sebesar Rp16.816.525.954.
Tidak hanya pembangunan jembatan baru, Pemda dibawah kepemimpinan Amirudin melaksanakan program rehabilitasi jembatan. Pada tahun 2021, direhabilitasi jembatan sepanjang 27 meter dengan anggaran Rp224.903.882.
Tahun 2022, sepanjang 45 meter dengan anggaran Rp1.608.328.375, dan pada tahun 2023 sepanjang 33 meter dengan anggaran Rp4.000.000.000. Tahun 2024 juga dialokasikan anggaran sebesar Rp2.602.730.941 untuk rehabilitasi jembatan.
“Kami sudah mengalokasikan banyak anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jembatan selama tiga tahun ini. Pembangunannya dilakukan secara bertahap, bukan seketika,” jelas Amirudin.
Pengembangan Kawasan Wisata Pulo Dua
Amirudin juga menegaskan bahwa janji pengembangan kawasan wisata Pulo Dua, termasuk pembangunan hotel dan fasilitas lainnya, sedang dalam proses. Investor yang berminat telah melakukan survei awal dan menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Pulo Dua.
“Sudah ada investor yang tertarik mengembangkan Pulo Dua. Mereka melihat potensi kunjungan wisatawan di sini sangat menjanjikan untuk investasi pariwisata,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah fokus memperbaiki akses jalan Luwuk-Balantak untuk memudahkan dan mempercepat perjalanan wisatawan menuju Pulo Dua.
“Kalau akses jalan sudah diperbaiki, investasi pengembangan kawasan wisata bahari Pulo Dua akan berjalan. Untuk mewujudkan itu, pilih AT-FM pada 27 November 2024 nanti,” tandasnya.
Pembangunan Mall
Amirudin menyatakan bahwa pembangunan Grand Central Luwuk direncanakan dimulai tahun 2025. Saat ini, perencanaan desainnya sudah selesai. Pemerintah daerah akan menawarkan pembangunan mall tersebut kepada investor.
“Insya Allah tahun depan, jika tidak ada investor yang berminat, pemda akan membangunnya sendiri,” ungkap Amirudin.
Pembangunan Pasar Terapung
Amirudin juga menyampaikan bahwa pembangunan pasar terapung akan tetap dilaksanakan, meskipun pengerjaannya dilakukan secara bertahap.
“Tahun depan, Kabupaten Banggai kembali mendapatkan anggaran dari Kemendag. Pemda sudah diminta mengusulkan anggaran untuk tahun depan,” ujar Amirudin.
Setelah pembangunan pasar Simpong selesai, pemerintah daerah akan fokus pada pembangunan pasar terapung. “Insya Allah, ini akan terealisasi. Oleh karena itu, mari coblos AT-FM nomor 1 pada 27 November nanti,” tutupnya.

