Selasa, 13 Oktober 2026

Sering Dihujat, Amirudin Balas dengan Pesan Santun untuk Para Pengkritiknya

Pasangan calon nomor urut 1, Amirudin- Furqanuddin saat kampanye di hadapan ribuan warga di kecamatan Kintom, bertempat di lapangan Potoutusan Kintom, Selasa (15/10/2024) malam. [Foto Tim Koalisi]

Terasbanggai.com, Luwuk– Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili (AT-FM), terus menjadi sasaran kampanye negatif dari lawan politik dalam Pilkada Banggai 2024.

Namun, pasangan petahana nomor urut 1 ini memilih merespons kampanye hitam dan upaya pembunuhan karakter tersebut dengan sikap yang bijaksana.

Amirudin Tamoreka bahkan berupaya menularkan sikap politik yang santun ini kepada para pendukungnya. Sikap tersebut terlihat jelas dalam kampanye yang didukung oleh tujuh partai politik di Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, pada Selasa malam (15/10/2024).

“Akhir-akhir ini saya melihat ada pihak-pihak yang berusaha merusak karakter seorang pemimpin dengan mengunggah kondisi jalan yang rusak dan menuduh kami belum membangun. Termasuk soal program Satu Juta Satu Pekarangan,” ujar Amirudin di hadapan para pendukungnya di lapangan Potoutusan Kintom.

“Mencari uang dengan cara menjatuhkan orang lain, tidak ada nilainya. Memberi nafkah keluarga dengan hasil dari menjelekkan dan memfitnah orang lain, itu tidak akan membawa berkah,” lanjut Amirudin.

Ia juga menegaskan bahwa baik dirinya maupun Furqanuddin, serta seluruh pendukungnya, akan tetap sabar menghadapi tindakan negatif dari lawan politik.

Di hadapan massa yang hadir, Amirudin menyatakan bahwa meski ia dan Furqanuddin berasal dari keluarga besar di Kabupaten Banggai, mereka tidak akan membalas serangan tersebut dengan cara yang sama.

“Kami berdua ini anak kampung. Saya memiliki banyak keluarga dari ujung Rata sampai ujung Bunta. Pak Furqanuddin juga berasal dari keluarga besar di sini. Namun, kami berusaha untuk menahan diri, meski banyak gejolak yang disampaikan kepada kami,” tegas Amirudin.

Bagi Amirudin, diam adalah pilihan yang lebih baik daripada meladeni serangan. Ia percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan keadilan bagi mereka yang dizalimi.

“Diam adalah tanda kemenangan yang akan diridhai Allah Swt. Kita tidak perlu membalas hal-hal negatif itu. Biarkan saja, karena kita tahu bahwa keadilan Tuhan akan datang pada waktunya,” tutup Amirudin, disambut tepuk tangan meriah dari para pendukungnya.

Tutup
error: Content is protected !!