Selasa, 13 Oktober 2026

CEK FAKTA: Era AT-FM, Pupuk Langka?

Terasbanggai.com, Luwuk—Pada momentum Pilkada Banggai tahun 2024 ini, calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Amirudin Tamoreka-Furqanuddin Masulili, sering menjadi sasaran fitnah oleh segelintir pihak terkait capaian pembangunan selama tiga tahun masa kepemimpinan mereka. Salah satu isu yang mencuat adalah kelangkaan pupuk bagi para petani di daerah ini.

Agitasi politik yang sengaja diciptakan oleh rival-rival politik AT-FM dengan mengangkat isu kelangkaan pupuk tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat memilih gagasan baru. Mereka mencoba menciptakan kontradiksi dalam masyarakat.

Lalu, benarkah pupuk langka di Banggai selama kepemimpinan Amirudin-Furqanuddin? Mari kita cek fakta berikut:

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai, luas panen padi di Kabupaten Banggai tahun 2021 mencapai 37.693,72 hektar. Tahun ini adalah awal masa kepemimpinan Amirudin-Furqanuddin setelah menang dalam Pilkada 2020. Pada tahun 2022, data BPS menunjukkan luas panen padi mencapai 36.173,12 hektar.

Alokasi pupuk yang disediakan pemerintah melalui upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Banggai Amirudin Tamoreka terbukti sangat signifikan dalam mendorong produktivitas panen para petani. Berdasarkan data dari Dinas TPHP Kabupaten Banggai, pada tahun 2022 pemerintah daerah mendistribusikan 580 ton pupuk NPK, 15.520 botol pestisida, 8.000 botol herbisida, dan 8.000 botol PHC.

Komitmen Amirudin Tamoreka terhadap sektor pertanian terus dibuktikan. Pada tahun 2023, pemerintah daerah Kabupaten Banggai memperoleh alokasi 1.200 ton pupuk NPK, 16.272 botol insektisida, 11.000 botol herbisida, dan 100.665 botol PHC. Tahun 2024, Kabupaten Banggai kembali mendapatkan alokasi pupuk yang besar, yakni 520 ton pupuk NPK, 4.500 botol insektisida, dan 16.800 botol PHC.

Selain itu, atas lobi Bupati Amirudin Tamoreka, Kabupaten Banggai mendapat tambahan alokasi pupuk, yaitu 107.850 kilogram pupuk NPK, 3.200 liter PHC, dan 4.400 liter herbisida.

Pada tahun 2023, Pemprov Sulawesi Tengah juga mengalokasikan bantuan pupuk berupa 39.000 ton pupuk urea, 12.500 ton pupuk NPK, dan 5.000 ton NPK formula khusus. Terdapat pula tambahan 16.307 ton pupuk urea, 11.487 ton pupuk NPK, serta 1.216 ton NPK formula khusus.

Untuk tahun 2024, alokasi pupuk subsidi mencakup 6.595 ton pupuk urea, 4.970 ton pupuk NPK, dan 182 ton NPK formula khusus. Selain itu, ada tambahan alokasi pupuk urea sebesar 10.748 ton, pupuk NPK sebesar 10.624 ton, dan 1.263 ton NPK formula khusus.

Dalam APBD 2024, juga dialokasikan 80 ton pupuk NPK dan 335 ton pupuk kompos. Semua alokasi pupuk tersebut ditujukan kepada para petani di daerah ini.

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023 yang dilaksanakan oleh BPS Banggai, tercatat 45.745 petani perorangan yang menguasai lahan sendiri dan menggunakan pupuk, sementara 4.766 petani tidak menguasai lahan sendiri.

Dengan demikian, agitasi politik yang terkait dengan kelangkaan pupuk hanyalah opini sesat yang sengaja dibuat untuk mempengaruhi masyarakat agar tidak memilih calon petahana Amirudin-Furqanuddin.

Tutup
error: Content is protected !!