Selasa, 13 Oktober 2026

Lagu ‘Sisik Naepuan’ Hidupkan Kampanye Pasangan AT-FM di Lontio  

Ribuan warga memadati lapangan sepak bola Amir Club di Kelurahan Lontio, Kecamatan Nambo, Banggai, Jumat malam (15/11/2024), saat kampanye pasangan calon Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili (AT-FM).

Terasbanggai.com, Luwuk–Lagu legendaris berbahasa Saluan, Sisik Naepuan, menggema di tengah kampanye terbatas pasangan calon Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili (AT-FM) di Kelurahan Lontio, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, pada Jumat malam (15/11/2024). 

Lagu yang dipopulerkan almarhum Ismail Muid itu berhasil memikat perhatian ribuan warga yang memadati lapangan sepak bola Amir Club.

Suasana kampanye berubah menjadi emosional ketika lagu yang menyimpan kenangan mendalam bagi masyarakat Saluan tersebut dinyanyikan. 

Acara dimulai dengan orasi politik oleh Ketua DPRD Banggai sekaligus fungsionaris Partai Golkar, Saripudin Tjatjo.

Dalam pidatonya, Saripudin menekankan pentingnya mendukung pasangan AT-FM sebagai calon yang dianggap mampu melanjutkan pembangunan daerah. 

Setelah itu, Benyanto Tamoreka menyampaikan orasinya dengan semangat menggebu-gebu, menyoroti keberhasilan pemerintahan sebelumnya dan program-program unggulan yang akan dilanjutkan. 

Giliran calon wakil bupati Furqanuddin Masulili menjadi puncak perhatian. Sebelum menyampaikan orasinya, ia menyanyikan Sisik Naepuan, yang langsung memikat hadirin.

Lagu ini, yang dikenal bercerita tentang perjalanan hidup anak kecil yang bermain di tepi pantai hingga tumbuh dewasa dan mulai mencari nafkah, membawa nuansa nostalgia dan kesedihan. 

“Lagu ini mengingatkan kita pada nilai-nilai perjuangan dan kerja keras. Tanggal 27 November nanti, mari kita wujudkan masa depan Banggai yang lebih baik dengan mencoblos pasangan AT-FM,” ujar Furqanuddin penuh keyakinan. 

Melalui lagu Sisik Naepuan, suasana kampanye berubah menjadi haru. Warga yang hadir tak hanya ikut bernyanyi, tetapi juga terlihat larut dalam emosi mendalam, seakan lagu tersebut menyentuh nurani dan semangat kolektif mereka. 

Kampanye tersebut tidak hanya menjadi ajang penyampaian visi dan misi, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara kandidat dan masyarakat melalui budaya lokal yang kuat. 

Tutup
error: Content is protected !!