Kamis, 15 Oktober 2026

Pentingnya Konservasi Burung Maleo: Peran DSLNG dan BKSDA dalam Pelestarian Satwa Endemik

Tim BKSDA Sulawesi Tengah saat berada di Ex Situ Konservasi Burung Maleo, DSLNG. [FOTO DOK BKSDA Sulteng]

Terasbanggai.com, Luwuk – Dalam rangka memperingati Hari Maleo Sedunia, Media Teras Banggai berkesempatan mewawancarai Kepala BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Sulawesi Tengah, Dedy Asriady, S.Si., M.P., mengenai upaya konservasi burung Maleo yang dilakukan oleh DSLNG di kawasan konservasi.

Berikut adalah pemaparan mengenai peran dan dampak positif dari konservasi burung Maleo yang dilakukan oleh DSLNG serta keterlibatannya dengan pihak terkait.

Burung Maleo, satwa endemik yang terancam punah, membutuhkan perhatian serius untuk kelestariannya. Dengan status dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. 106, upaya konservasi burung Maleo memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerhati lingkungan, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Kepala BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah, Dedy Asriady, S.Si., M.P., menjelaskan bahwa keberhasilan pelestarian burung Maleo memerlukan dukungan luas, termasuk dari DSLNG.

DSLNG mengimplementasikan konservasi ex-situ (di luar habitat alami), yang mendukung strategi konservasi in-situ (di habitat asli) untuk spesies yang terancam punah. Program ini dilaksanakan di SM Bakiriang, yang merupakan salah satu habitat utama burung Maleo, sebagai langkah penting dalam memperkuat fungsi habitat untuk kelangsungan hidup spesies ini.

BKSDA menekankan bahwa kegiatan konservasi burung Maleo harus memenuhi standar pengelolaan ex-situ yang ketat, termasuk memastikan burung Maleo bebas dari rasa lapar, haus, ketidaknyamanan fisik, luka, sakit, dan penyakit. Burung tersebut juga harus memiliki kesempatan untuk mengekspresikan perilaku normal tanpa stres.

Dedy Asriady menyatakan bahwa BKSDA terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan konservasi, yang melibatkan program kerja tahunan dan lima tahunan.

BKSDA dan DSLNG menyusun rencana yang mencakup perolehan satwa dan pelepasliaran kembali ke alam. Setiap tahun, kegiatan ini diawasi melalui monitoring dan evaluasi yang ketat.

Keterlibatan perusahaan migas seperti DSLNG dalam konservasi burung Maleo diharapkan membawa dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan populasi burung Maleo, pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian berkelanjutan, serta pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian burung Maleo sebagai satwa endemik yang dilindungi. Upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam konservasi.

BKSDA memastikan bahwa kegiatan konservasi burung Maleo bersifat berkelanjutan, dengan rencana berlangsung selama lima tahun, dan kemungkinan perpanjangan jika hasilnya memuaskan.

Selain itu, penting untuk menjaga habitat alami burung Maleo, baik di kawasan konservasi maupun di luar kawasan tersebut, dengan dukungan dan partisipasi masyarakat setempat.

BKSDA memiliki program monitoring dan evaluasi rutin untuk memastikan efektivitas konservasi. Setiap tahun, kegiatan ini dievaluasi untuk menilai dampaknya terhadap populasi burung Maleo dan pencapaian tujuan konservasi. Laporan berkala juga disampaikan kepada pihak terkait sebagai bagian dari akuntabilitas kegiatan.

BKSDA mendorong lebih banyak perusahaan migas untuk berperan dalam pelestarian satwa endemik, seperti burung Maleo. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan, sangat penting untuk meningkatkan populasi burung Maleo di alam bebas. Perusahaan diharapkan tidak hanya mengelola lembaga konservasi atau penangkaran, tetapi juga area preservasi dengan keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan konservasi.

DSLNG juga berkoordinasi dengan masyarakat lokal dalam upaya konservasi burung Maleo. Kegiatan konservasi di lokasi meliputi perawatan, penetasan, pelatihan, serta sosialisasi mengenai pentingnya pelestarian burung Maleo. Lokasi pengembangbiakan Maleo juga dijadikan area pendidikan bagi masyarakat, siswa, mahasiswa, dan wisatawan yang ingin mempelajari lebih lanjut mengenai burung Maleo.

Dengan berbagai inisiatif dan kolaborasi ini, diharapkan burung Maleo dapat terus dilestarikan, dan populasi mereka dapat berkembang di alam bebas.

Tutup
error: Content is protected !!