Kamis, 15 Oktober 2026

Pelestarian Burung Maleo: Komitmen PT Donggi Senoro LNG dalam Menjaga Keberagaman Hayati Sulawesi

Tepatnya di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) telah menjalankan sebuah inisiatif yang luar biasa dalam upaya pelestarian spesies langka yang kini terancam punah: Burung Maleo (Macrocephalon maleo).

Sejak 2013, perusahaan ini mengembangkan sebuah kawasan konservasi bernama Konservasi Ex Situ Maleo, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan burung endemik yang hanya ditemukan di Sulawesi tersebut.

Keunikan burung Maleo dalam cara bertelur dan merawat anak-anaknya menjadi daya tarik tersendiri. Burung betina akan mencari tanah yang hangat dari sumber vulkanik untuk bertelur, sementara sang jantan bertugas menjaga dan mengubur telur tersebut. Namun, praktik tersebut ternyata membuat burung Maleo rentan terhadap ancaman kepunahan.

Habitat yang semakin terbatas dan perburuan ilegal menjadi tantangan besar bagi kelangsungan hidup burung ini.

Untuk itu, DSLNG menggandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah dalam program konservasi ini.

Dengan fasilitas yang lengkap, seperti inkubator penetasan dan area pemeliharaan sementara, anak-anak burung Maleo dibesarkan dengan penuh perhatian hingga siap kembali ke habitat aslinya.

Sejak pertama kali melepasliarkan 13 ekor burung Maleo pada tahun 2013, hingga 2024, sudah ada 127 ekor yang berhasil dikembalikan ke alam bebas, tepatnya di Suaka Margasatwa Bakiriang.

Rahmat Azis, Supervisor Komunikasi Eksternal DSLNG, menjelaskan bahwa upaya pelestarian Maleo ini menjadi bagian dari misi perusahaan untuk bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Program ini adalah kontribusi kami dalam meningkatkan populasi burung Maleo yang terancam punah, sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menjaga kekayaan alam Sulawesi,” tuturnya.

Penghargaan demi penghargaan pun datang sebagai pengakuan atas upaya luar biasa ini. Pada 5 Juni 2013, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DSLNG menerima apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup serta dari United Nations Environmental Programme (UNEP), badan PBB yang membidangi lingkungan hidup. Ini menandakan bahwa program pelestarian burung Maleo ini telah mendapatkan pengakuan global atas dampaknya yang positif terhadap konservasi.

Namun, di balik keberhasilan ini, perjalanan pelestarian burung Maleo bukanlah tanpa tantangan. Perlunya pemantauan secara berkelanjutan dan peran aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem menjadi kunci dalam memastikan kelangsungan hidup burung ini.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal yang turut menjaga area konservasi, diharapkan burung Maleo akan terus berkembang biak dan dapat bertahan hidup di habitat alami mereka.

DSLNG, dengan dedikasinya terhadap keberlanjutan lingkungan, menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga pada upaya melestarikan keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.

Program pelestarian burung Maleo ini menjadi contoh nyata bahwa dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kita dapat menjaga kekayaan alam yang tak ternilai harganya.

Tutup
error: Content is protected !!