Zona 13 Pertamina EP Donggi Matindok Field Gelar Drill Multiple Casualty Incident
Terasbanggai.com, Luwuk–Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat serta mewujudkan tata nilai AKHLAK, khususnya aspek kolaboratif dan kompeten, PT Pertamina EP Zona 13 Donggi Matindok Field (bagian dari Regional Indonesia Timur Subholding Upstream) menggelar simulasi Multiple Casualty Incident dengan skenario pelepasan gas H2S, Kamis (28/11).
Simulasi ini menskenariokan kebocoran gas H2S di area manifold, yang menyebabkan enam korban terpapar, sementara jumlah tenaga medis yang tersedia hanya empat orang.
Tantangan lain dalam skenario ini melibatkan aksi masyarakat yang melakukan demonstrasi di area operasional akibat bau menyengat. Situasi ini menguji kemampuan Tim SERT (Site Emergency Response Team) untuk mengelola sumber daya yang terbatas dalam menangani keadaan krisis.
Sebelum simulasi, Tim SERT Donggi Matindok Field telah mengikuti pelatihan intensif mengenai prosedur dan teknik penanganan darurat, termasuk situasi dengan korban melebihi jumlah penolong.
Simulasi ini menjadi sarana evaluasi bagi tim penyelamat, tenaga medis, sistem Incident Command System (ICS), serta sumber daya lainnya dalam kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Simulasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Medis JOB Tomori, Tim IMT (Incident Management Team) Zona 13, Tim BST Regional 4, serta pekerja dan mitra kerja dari seluruh area operasi.
Skenario dimulai saat anggota tim support operation field 1 mendeteksi bau gas H2S saat melakukan log sheet monitoring di area manifold.
Alarm gas H2S berbunyi, menandakan keadaan darurat, dan laporan segera dikirim ke Control Room. Operator DCS memastikan aktivitas proses terhenti untuk mencegah pelebaran dampak pelepasan gas, sementara Sr. Supervisor Production Operation diberi informasi tentang insiden tersebut. Akibat paparan gas H2S, enam korban terjebak di lokasi plant.
Upaya penanganan dipimpin oleh OSC (On Scene Commander) yang berkolaborasi dengan berbagai fungsi untuk: Mengisolasi peralatan dan memastikan pelepasan gas tidak meluas. Mengevakuasi seluruh personel ke muster point. Mengamankan wilayah perusahaan dari potensi demonstrasi. Mengidentifikasi korban dan menyusun strategi evakuasi.
Pjs Manager Donggi Matindok Field, Andy Famdiyazi, menyatakan bahwa simulasi ini menjadi ajang bagi tim untuk mengasah kembali peran, tanggung jawab, dan kesigapan mereka di lokasi kejadian.
“Masing-masing fungsi di perusahaan telah memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas, sehingga simulasi ini penting untuk memperkuat kesiapan tim,” ujarnya.
Sementara itu, Superintendent HSSE Operation, Juang Maradona Irawan, menekankan pentingnya kolaborasi, kompetensi, dan komunikasi dalam memastikan ketepatan penanganan setiap aspek selama insiden. “Waktu adalah segalanya,” imbuhnya.
Melalui simulasi ini, seluruh pekerja dan mitra kerja diharapkan dapat terus meningkatkan keterampilan serta kewaspadaan terhadap potensi bahaya, sehingga siap bertindak dan menjalankan perannya secara efektif saat dibutuhkan.

