Kamis, 15 Oktober 2026

Disdikbud Banggai Rampungkan Distribusi 2.023 KIT Sekolah bagi Siswa Kurang Mampu di 24 Kecamatan

Seorang siswa di Desa Hunduhon, Kecamatan Luwuk Timur, menerima paket KIT pendidikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai sebagai bagian dari program bantuan bagi siswa kurang mampu.

Terasbanggai.com, Luwuk– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai telah menyelesaikan distribusi Kelengkapan Individual Terpadu (KIT) untuk siswa kurang mampu di 24 kecamatan sebagai bagian dari upaya pemerataan bantuan pendidikan.

Kepala Disdikbud Banggai, Syafrudin Hinelo, mengungkapkan bahwa program ini telah berjalan sejak 2022 sebagai bagian dari Program Penyediaan Biaya Personil Peserta Didik.

Bantuan berupa seragam sekolah dan alat tulis ini ditujukan bagi siswa jenjang TK, SD, dan SMP yang belum memperoleh Program Indonesia Pintar (PIP).

“Tahun ini, program kembali dijalankan dengan cakupan 24 kecamatan dan jumlah penerima terdiri dari 1.083 siswa SD, 640 siswa SMP, serta 300 siswa TK/PAUD,” jelas Syafrudin.

Dalam proses seleksi, setiap sekolah mengajukan proposal yang dilengkapi dengan surat keterangan tidak mampu dari kepala desa atau lurah setempat. Data yang masuk kemudian diverifikasi dan disinkronkan dengan data penerima PIP agar bantuan lebih tepat sasaran.

Penyaluran bantuan KIT Sekolah dijadwalkan pada 2025. Hal ini mempertimbangkan Surat Edaran Mendagri yang melarang penyaluran bantuan sosial menjelang Pilkada.

Selain itu, waktu tambahan dibutuhkan untuk menyaring data penerima PIP guna memastikan siswa yang tidak masuk dalam daftar PIP dapat menerima bantuan KIT.

“Batas akhir pengajuan PIP ada di bulan Desember. Bantuan seragam juga telah tersedia, sehingga kami memetakan siswa yang tidak masuk dalam PIP agar tetap mendapatkan bantuan KIT ini,” terang Syafrudin.

Pihak Disdikbud juga melakukan penyortiran ribuan unit seragam agar sesuai dengan ukuran baju, celana, sepatu, dan topi siswa penerima. Proses distribusi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan bidang kerja masing-masing.

Untuk memastikan bantuan sampai ke penerima yang berhak, Syafrudin menekankan bahwa Koordinator Pendidikan di setiap kecamatan harus mendampingi kepala sekolah dalam penyerahan bantuan langsung ke rumah siswa.

“Penyerahan dilakukan langsung ke rumah siswa, didokumentasikan dengan foto serta titik koordinat. Ini memungkinkan guru melihat kondisi nyata siswa di luar lingkungan sekolah,” tegasnya.

Program ini mendapat respons positif dari warga penerima. Salmiah, warga Desa Hunduhon, tak kuasa menahan haru saat tim Disdikbud menyerahkan bantuan untuk anaknya, Nuraeni, siswa kelas 6 SD Negeri Hunduhon.

“Saya dan suami sangat bersyukur atas bantuan ini. Seragam sekolah ini sangat membantu kami secara ekonomi,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Hamriah Amuat, yang anaknya, Azzahra, siswa kelas 3 SD Hunduhon, menerima perlengkapan sekolah gratis.

“Baju sekolah lama anak saya sudah sempit. Alhamdulillah, sekarang dapat yang baru,” ungkapnya.

Oktavianti, orang tua dari Amel, siswa kelas 5 SD Hunduhon, juga menyatakan kebahagiaannya. Tinggal di Dusun Padang, Desa Hunduhon, ia merasa bantuan ini meringankan beban biaya pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Hunduhon, Siti Nuraeni, berharap program ini terus berlanjut dan mencakup lebih banyak siswa di masa mendatang.

“Meskipun belum semua mendapat bantuan, semoga ke depannya jumlah penerima semakin bertambah agar semakin banyak orang tua yang terbantu,” tutupnya.

Tutup
error: Content is protected !!