Selasa, 13 Oktober 2026

PT KLS Diduga Sembunyikan Harga dan Bebankan Potongan Besar

Terasbanggai.com, Toili – Keluhan terhadap PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS) terus bermunculan. Sejumlah petani plasma sawit di Kecamatan Toili merasa perusahaan kurang transparan dalam pengelolaan kemitraan dan harga beli Tandan Buah Segar (TBS).

Seorang petani dari Desa Benteng, Kecamatan Toili, mengungkapkan kepada media pada Minggu (22/3/2025) bahwa informasi mengenai sistem kemitraan dan penentuan harga TBS seolah ditutup-tutupi oleh perusahaan.

“Jujur, kami tidak pernah tahu soal harga itu. Kami hanya mengetahui hasil potongan yang dibayarkan sesuai dengan bukti dalam kwitansi,” ujar salah satu petani yang meminta tidak disebutkan namanya.

Selain potongan yang dikenakan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), petani juga mengeluhkan biaya administrasi sebesar Rp 446.258,89 dan biaya operasional Rp 477.497,01.

“Kalau melihat di kwitansi, potongan administrasi dan transportasi sangat tinggi. Kami heran, kenapa biayanya sebesar itu?” keluhnya.

Petani mempertanyakan potongan transportasi yang dinilai tidak wajar. Pasalnya, mereka mengangkut sendiri TBS ke pabrik dengan kendaraan yang bukan milik perusahaan.

“Kami juga bingung dengan potongan transportasi itu. Padahal, kami menyewa kendaraan sendiri untuk mengangkut hasil panen,” tambahnya.

Keluhan lainnya adalah kurangnya sosialisasi harga beli TBS dari pihak perusahaan. Padahal, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, harga beli TBS seharusnya berubah setiap bulan atau tahun sesuai dengan tahun tanam.

“Itulah yang kami pertanyakan. Dengan sistem seperti ini, petani sawit sulit mendapatkan hasil sesuai harapan,” ujar seorang petani yang memiliki sekitar 3 hektare lahan di Afdeling Bumi Harjo, Toili.

Meskipun berbagai keluhan telah disampaikan dan media telah beberapa kali memberitakan permasalahan ini, hingga kini pihak PT KLS belum memberikan keterangan resmi.

Tutup
error: Content is protected !!