BPJS Kesehatan Percepat Transformasi Digital, Pastikan Layanan Peserta Makin Mudah
SLEMAN, terasbanggai.com-BPJS Kesehatan terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam rilis BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menegaskan digitalisasi menjadi langkah strategis agar pelayanan semakin cepat, efisien, dan setara bagi seluruh peserta.
Hal itu disampaikan Ghufron dalam Jambore Puskesmas Nasional (Jampusnas) yang digelar APKESMI di Yogyakarta, Sabtu (1/11).
Ghufron menjelaskan bahwa teknologi akan menjadi pilar utama dalam pengembangan sistem JKN ke depan, termasuk penerapan Internet of Things untuk mendukung gaya hidup sehat dan pemantauan kesehatan peserta secara real time.
Salah satu inovasi penting adalah teknologi Face Recognition BPJS Kesehatan (FRISTA) untuk mempermudah verifikasi identitas peserta di fasilitas kesehatan. Dengan sistem ini, peserta tidak lagi perlu membawa banyak dokumen fisik.
“Cukup dengan wajah, data peserta langsung terverifikasi. Ini mempercepat proses pendaftaran dan meminimalkan kesalahan administrasi,” kata Ghufron.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengembangkan fitur skrining riwayat kesehatan secara mandiri serta pengingat minum obat berbasis kecerdasan buatan untuk peserta dengan pengobatan jangka panjang.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak. Saat ini kami melayani lebih dari 280 juta peserta,” tegasnya.
Ia menambahkan, transformasi digital juga membantu mempercepat deteksi dini penyakit. Ada 14 jenis penyakit yang dapat disaring melalui fitur skrining, di antaranya diabetes, hipertensi, stroke, kanker serviks, kanker payudara, tuberkulosis, thalasemia, hepatitis B dan C, hingga penyakit paru obstruktif kronis.
Skrining dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, situs resmi BPJS Kesehatan, layanan PANDAWA via WhatsApp, hingga aplikasi P-Care di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes, Roy Himawan, memaparkan pentingnya kolaborasi Puskesmas dengan Klinik Merah Putih dalam meningkatkan jangkauan layanan kesehatan hingga ke desa.
Ia mengungkap masih terdapat ketimpangan akses layanan primer. “Masih ada lebih dari 2.300 Puskesmas yang melayani penduduk di atas 30 ribu jiwa. Bahkan 506 di antaranya harus menempuh jarak lebih dari dua jam ke desa terjauh,” kata Roy.
Roy menekankan perlunya percepatan transformasi kesehatan agar masyarakat semakin sehat, produktif, dan berkeadilan. Menurutnya, transformasi tersebut mencakup penguatan layanan primer, peningkatan mutu layanan rujukan, dan peningkatan ketahanan kesehatan nasional, termasuk sektor farmasi dan alat kesehatan.

