PT PAU bersama Dinas TPHP Gelar Lomba Tani
Luwuk, terasbanggai.com — Sebanyak 12 kelompok tani binaan PT Panca Amara Utama (PAU) mengikuti Lomba Tani yang digelar bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai.
Kegiatan tersebut tidak hanya dikemas sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap proses pendampingan yang telah berjalan selama ini.
Kabid Hortikultura Dinas TPHP Kabupaten Banggai yang mewakili Kepala Dinas TPHP Banggai, Choirul Ashari Mambuhu, SP., MP., mengatakan penilaian dilakukan untuk melihat perkembangan kelompok tani, baik dari sisi kemampuan pengelolaan usaha maupun tertib administrasi.
Menurutnya, proses pendampingan telah dilakukan sejak tahap penjaringan petani. Kelompok yang terlibat kemudian mendapatkan pembinaan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
“Jadi sebelum dilakukan kegiatan ini, sudah kita lakukan penilaian untuk kelompok lama dan kelompok baru, dan kita sudah memberikan reward bagi kelompok-kelompok yang berprestasi,” ujarnya.
Selain kemampuan budidaya, aspek administrasi menjadi salah satu perhatian dalam pendampingan. Kelompok tani didorong memiliki pencatatan aktivitas budidaya dan pengelolaan keuangan secara tertib.
Setiap kelompok diwajibkan memiliki sembilan buku administrasi. Dari hasil pendampingan, sebagian besar kelompok disebut telah memenuhi ketentuan tersebut.
“Alhamdulillah, dari hasil pendampingan kami, rata-rata kelompok hampir semua sudah memenuhi sembilan buku yang diwajibkan,” katanya.
Ia menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian yang melakukan pendampingan secara langsung di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Lomba Tani diikuti 12 kelompok yang dibagi dalam dua grup. Masing-masing grup terdiri dari enam kelompok.
Penilaian dilakukan secara bertahap. Kelompok dengan capaian terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke babak berikutnya hingga tahap final.
Konsep tersebut, kata dia, sengaja dibuat dalam bentuk kompetisi agar setiap kelompok memiliki motivasi untuk meningkatkan kemampuan sekaligus dapat belajar dari kelompok lainnya.
“Kita membangun konsep seperti Piala Dunia, ada sistem gugur. Ada Grup A dan Grup B, masing-masing berisi enam kelompok. Nantinya di setiap grup dilakukan penilaian dan kelompok terbaik masuk ke babak final,” jelasnya.
Sementara itu, External Relation Head PT PAU, Novari Mursita, mengatakan program pendampingan tersebut telah memasuki tahun keempat melalui kerja sama dengan Dinas TPHP Kabupaten Banggai.
Ia mengatakan pendampingan diberikan kepada seluruh kelompok dengan pola yang disesuaikan berdasarkan kemampuan masing-masing.
“Tidak ada program yang pilih-pilih. Pada dasarnya semuanya sama dan kita sesuaikan dengan kemampuan kelompok masing-masing,” ujar Novari.
Dari 12 kelompok yang mengikuti program, terdapat satu kelompok tani milenial. PT PAU berharap keberadaan kelompok tersebut dapat berkembang dan ke depan berperan dalam membuka akses pasar bagi produk pertanian yang dihasilkan petani.
“Kami berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi kelompok milenial. Harapannya ini bisa membuka pasar, sehingga bapak dan ibu di masing-masing wilayah bisa fokus pada pertanian,” katanya.
Menurut Novari, hasil Lomba Tani sekaligus menjadi salah satu indikator bagi perusahaan untuk melihat perkembangan program pemberdayaan yang telah dijalankan bersama pemerintah daerah.
“Kalau ini berhasil, tentunya ke depan anggarannya juga pasti akan bertambah, Insya Allah,” tuturnya.
Program pendampingan tersebut melibatkan penyuluh pertanian dan kelompok tani dari sejumlah wilayah sekitar operasional perusahaan, di antaranya Kecamatan Luwuk Selatan, Batui dan Nambo.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani, memperkuat tata kelola kelompok, serta mendorong kemandirian dan pengembangan usaha pertanian masyarakat.

