Lima BUMDes di Banggai Bersama Pasarkan Arang, PT PAU Dorong Penguatan Ekonomi Desa
Luwuk, terasbanggai.com– Sebanyak lima Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Banggai melakukan penjualan arang secara bersama melalui kolaborasi program pemberdayaan masyarakat yang didukung PT Panca Amara Utama (PAU), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta PT Ailesh sebagai pembeli (buyer).
Lima BUMDes tersebut masing-masing berasal dari Desa Toiba, Taima, Sinampangnyo, Kadodi, dan Uling. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong potensi produksi arang masyarakat desa agar memiliki akses pasar dan memberikan nilai tambah ekonomi.
External Relation & Security Manager PT PAU, Hermawan Ali, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan perkembangan dari program pemasaran arang yang sebelumnya telah dilakukan melalui BUMDes Uling.
“Dua tahun sebelumnya kita melakukan pengiriman ekspor arang melalui BUMDes Uling. Namun sekarang ada lima BUMDes melakukan penjualan arang bersama,” ujar Hermawan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penjualan hasil produksi masyarakat, tetapi juga membangun rantai nilai ekonomi yang melibatkan masyarakat, BUMDes, pemerintah, perusahaan, hingga pembeli.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), PT PAU berupaya mendorong potensi desa agar dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dan sinergi dari Dinas PMD.
Hermawan menegaskan, akses pasar menjadi salah satu aspek penting dalam keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pertemuan antara kelompok produsen arang dan PT Ailesh sebagai buyer diharapkan dapat memberikan kepastian pemasaran bagi produk yang dihasilkan BUMDes.
Dengan adanya akses pasar, pengelola BUMDes dan masyarakat diharapkan semakin memperhatikan standar produksi, kualitas produk, serta nilai jual yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi desa.
Ia juga mendorong BUMDes untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai dasar membangun usaha yang berkelanjutan, bukan semata-mata sebagai penerima bantuan perusahaan.

“Rawat usahanya, jaga kualitasnya, bangun kepercayaannya, penuhi kebutuhan pasarnya. Yang paling penting, kelola hasilnya secara transparan dan bertanggung jawab,” katanya.
Hermawan berharap penguatan usaha melalui kolaborasi tersebut dapat mendorong BUMDes menjadi penggerak ekonomi desa. Dalam skema ini, masyarakat berperan sebagai produsen, BUMDes mengelola usaha, pemerintah desa dan Dinas PMD memberikan pembinaan, PT PAU mendukung melalui program CSR, sedangkan PT Ailesh berperan dalam penyerapan produk.
Ia menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan BUMDes untuk berkembang secara mandiri.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, perusahaan, pengelola BUMDes, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar kegiatan pemasaran arang dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat desa.

