Selasa, 13 Oktober 2026

BPBD Banggai Imbau Warga Gunakan Masker, Kabut Asap Didominasi Sumber Lokal Jarak Pandang 6 sampai 8 Kilometer

Luwuk, terasbanggai.com— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai mengidentifikasi indikasi kabut asap di wilayah Sulawesi Tengah yang mayoritas diduga berasal dari sumber lokal.

Berdasarkan analisis pantauan titik panas (hotspot) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 8 Oktober 2026, asap diperkirakan berasal dari wilayah Tojo Una-Una dan Sulawesi Tenggara.

Kepala  BPBD Kabuoaten Banggai Banggai, Moh Rifai Mahiwa mengatakan, sebagian asap memang terindikasi berasal dari Kalimantan. Namun, hasil koordinasi dengan Stasiun Pengamat Atmosfer Lore Lindu Bariri, Palu, menunjukkan bahwa mayoritas asap diduga bersumber dari wilayah lokal.

Analisis tersebut diperkuat oleh sebaran titik panas serta kondisi angin permukaan yang dominan bertiup dari arah barat daya hingga barat.

Sementara itu data BMKG Provinsi Sulawesi Tengah pada 8 Oktober 2026 mencatat sebanyak 184 titik panas di wilayah Sulawesi Tengah. Rinciannya, tiga titik berkategori rendah, 157 titik berkategori sedang, dan 24 titik berkategori tinggi.

Rifai menegaskan, jumlah tersebut merupakan akumulasi titik panas di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, bukan khusus Kabupaten Banggai.

Angin permukaan dari arah barat daya hingga barat berpotensi membawa partikel asap dan debu yang berdampak terhadap kualitas udara serta menurunkan jarak pandang.

Dalam analisis tersebut, jarak pandang pada pagi hingga siang hari diperkirakan berada pada kisaran 6–8 kilometer.

BPBD Banggai mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara menurun. Warga juga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan dan memantau informasi resmi dari BMKG maupun BPBD.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dan debu.

BPBD mengingatkan bahwa perkiraan asal asap didasarkan pada analisis sebaran titik panas, pola angin, dan kondisi kualitas udara. Karena itu, informasi tersebut merupakan indikasi berdasarkan data pemantauan, bukan kepastian mengenai asal setiap titik asap.

Tutup
error: Content is protected !!