Kamis, 15 Oktober 2026

Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Selimuti Banggai, Jarak Pandang Turun hingga 3 Kilometer

Luwuk, terasbanggai.com— Fenomena asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan penurunan jarak pandang di wilayah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Kondisi ini diperparah oleh sebaran asap dari wilayah Maluku yang mulai memasuki Banggai serta pergerakan asap dari Kabupaten Banggai Kepulauan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Syukuran Aminudin Amir, Banggai,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daniel Tandi, dalam pernyataan resmi tertanggal 14 Oktober 2026, menyebutkan bahwa penurunan jarak pandang tersebut dipicu oleh akumulasi asap dari sejumlah wilayah.

Sebelum 13 Oktober 2026, jarak pandang di Kabupaten Banggai tercatat berfluktuasi pada kisaran 5 hingga 8 kilometer akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik selama beberapa pekan terakhir.

Namun, berdasarkan citra satelit Himawari-9 pada 13 Oktober 2026 pukul 14.00 WITA, jarak pandang dilaporkan menurun hingga sekitar 4–5 kilometer akibat tambahan sebaran asap dari wilayah Maluku.

BMKG juga mengidentifikasi pergerakan asap dari Kabupaten Banggai Kepulauan yang mendekati wilayah Banggai. Dengan arah angin dari selatan, sebaran asap tersebut berpotensi menambah ketebalan asap di wilayah setempat.

BMKG menjelaskan, asap merupakan partikel padat dan kering hasil pembakaran, antara lain dari kebakaran hutan dan lahan, kendaraan bermotor, maupun aktivitas industri. Kandungan partikel halus seperti PM2.5 dapat mengganggu jarak pandang sekaligus membahayakan kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya kelompok rentan. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Masyarakat juga diminta menutup pintu dan jendela saat kondisi udara berasap serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan.

Selain berdampak terhadap kesehatan, berkurangnya jarak pandang juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, BMKG mengingatkan pengguna transportasi darat dan laut agar berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi jarak pandang.

BMKG turut mengimbau masyarakat menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi seimbang, serta terus memantau informasi dan perkembangan cuaca dari sumber resmi.

Tutup
error: Content is protected !!