Kamis, 15 Oktober 2026

Amirudin: Pemimpin Harus Berani Meluruskan, Bukan Hanya Diam Demi Netralitas

Terasbanggai.com, Luwuk— Masih segar dalam ingatan Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, tentang derasnya hujatan dan cacian yang ia terima selama proses kampanye hingga pemungutan suara Pilkada Banggai 2024. Tak hanya dari lawan politik, serangan itu terasa semakin berat karena minimnya dukungan dari pejabat daerah untuk membela program yang telah dijalankan pemerintahannya.

Dalam sambutannya pada acara pengukuhan kepengurusan Korpri Kabupaten Banggai, Amirudin mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah Kepala Dinas (Kadis) yang memilih bungkam saat dirinya menjadi target kampanye hitam.

“Pengalaman saya selama tiga tahun menjabat bupati dan melaksanakan kampanye, begitu banyak hujatan terhadap seorang incumbent. Namun, tak ada pejabat yang meluruskan, padahal yang menjalankan program-program itu adalah bapak ibu sekalian,” ujarnya dengan nada tegas.

Amirudin menegaskan bahwa netralitas bukan berarti diam saat program yang dijalankan Pemda Banggai diserang. Menurutnya, sebagai pelaksana program, kepala dinas seharusnya bisa memberikan klarifikasi kepada masyarakat, bukan hanya membiarkan kesalahpahaman terus berkembang.

“Kalau alasan diam itu netralitas, saya pikir itu keliru. Tidak semua bupati tahu detail anggaran atau program, itu tugas dinas masing-masing,” tambahnya.

Amirudin juga menyinggung soal idealnya latar belakang seorang kepala daerah. Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih layak menjadi bupati karena memahami seluk-beluk pemerintahan dan perencanaan pembangunan.

“ASN itu tahu program perencanaan hingga teknis pelaksanaan. Contohnya, Wali Kota Surabaya yang mantan Kadis PUPR, berhasil membawa perubahan besar,” katanya.

Sebagai seorang pengusaha sebelum menjabat, Amirudin mengaku harus belajar secara otodidak sejak dilantik pada 2021. Namun, ia bangga dengan capaian selama menjabat, termasuk peningkatan APBD Banggai hingga Rp3,2 triliun.

Ia pun mengingatkan para pejabat agar bekerja dengan dedikasi demi kemajuan daerah, bukan hanya mencari keuntungan instan. “Kalau hanya cari jabatan dengan pendekatan instan, maka berhentinya pun akan instan,” tandasnya.

Meski begitu, Amirudin menyampaikan rasa syukur atas dukungan masyarakat Banggai yang tetap mempercayainya, seperti terlihat dari hasil rekapitulasi C1.

“Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT dan dukungan masyarakat, saya masih diberi kepercayaan untuk melanjutkan pembangunan di Banggai,” pungkasnya.

Dengan tegas, Amirudin mengajak seluruh pejabat daerah untuk bersatu dan aktif menyampaikan hasil kerja nyata pemerintah, demi memastikan daerah tidak jalan di tempat. “Jika kita diam terus, yakinlah daerah ini tidak akan maju,” tutupnya.

Tutup
error: Content is protected !!