Kamis, 15 Oktober 2026

Amirudin: Pemimpin Visioner Mengangkat Kabupaten Banggai ke Puncak APBD Sulawesi Tengah

Cabup nomor urut 1, Amirudin Tamoreka

Terasbanggai.com, Luwuk-Tak perlu waktu lama bagi Amirudin untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin visioner.

Dalam kurun waktu hanya tiga tahun lebih, Kabupaten Banggai melonjak sebagai daerah dengan APBD terbesar di Sulawesi Tengah, bahkan melampaui Kabupaten Morowali dan Kota Palu. Sebuah pencapaian yang tak terbantahkan!

Data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Banggai untuk tahun anggaran 2025 mencapai angka fantastis: Rp3,25 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata dari kepemimpinan yang cakap dan strategis.

Tak mengherankan jika Amirudin dinilai layak untuk kembali memimpin Banggai dalam satu periode mendatang. Dengan 24 kecamatan di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Banggai kini memiliki belanja daerah sebesar Rp3,25 triliun, dengan rincian:

  • Belanja Pegawai: Rp1,12 triliun
  • Belanja Barang dan Jasa: Rp1,04 triliun
  • Belanja Modal: Rp609,92 miliar
  • Belanja Lainnya: Rp474,32 miliar

Pendapatan daerah juga menunjukkan performa gemilang dengan total Rp3,07 triliun, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp294,5 miliar, Transfer ke Daerah Rp2,68 triliun, dan pendapatan lainnya Rp91,64 miliar.

Sementara itu, sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) mencapai Rp188,97 miliar, menandakan pengelolaan anggaran yang efisien dan terarah.

Sebagai daerah industri yang berkembang pesat, Kabupaten Morowali mencatat APBD sebesar Rp2,86 triliun. Meskipun terbilang besar, angka ini tetap berada di bawah Banggai. Struktur belanja daerah Morowali terdiri dari belanja pegawai Rp799,73 miliar, belanja barang dan jasa Rp952,55 miliar, serta belanja modal Rp703,39 miliar.

Lebih mengejutkan lagi, Kota Palu yang merupakan ibu kota provinsi justru tertinggal jauh dengan APBD hanya Rp1,8 triliun. Bahkan, belanja pegawai Palu (Rp772 miliar) hampir menyamai angka belanja pegawai Banggai, meski total APBD-nya tak sampai setengah dari Banggai.

Dengan pencapaian ini, Banggai bukan hanya sekadar nama di peta, tetapi telah menjelma menjadi lokomotif ekonomi Sulawesi Tengah. Keberhasilan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari kepemimpinan Amirudin yang efektif dalam mengelola keuangan daerah.

Masyarakat kini dihadapkan pada sebuah fakta: Banggai butuh pemimpin yang tak hanya bisa berbicara, tetapi juga terbukti mampu membawa perubahan nyata. Dan sejauh ini, Amirudin telah membuktikan dirinya sebagai sosok yang layak untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

Tutup
error: Content is protected !!