BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN hingga Wilayah Terpencil
Terasbanggai.com, Jakarta – BPJS Kesehatan mencatat capaian signifikan sepanjang 2024 dengan 278,1 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), setara 98,45% penduduk. Sebanyak 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota telah mencapai cakupan semesta (UHC).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa akses layanan terus diperluas, termasuk ke daerah terpencil melalui BPJS Keliling di hampir 38 ribu titik, Mal Pelayanan Publik, serta kerja sama dengan rumah sakit apung dan fasilitas di wilayah tertinggal seperti Papua dan NTT.
Transformasi digital juga diperkuat lewat Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp (PANDAWA), Voice Interactive (VIKA), dan video conference via Zoom. Hingga kini, 17,2 juta peserta telah menggunakan layanan telekonsultasi di lebih dari 21 ribu fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Layanan antrean online, informasi jadwal operasi, dan ketersediaan tempat tidur kini juga tersedia secara digital. Peserta dengan penyakit kronis makin mudah mengakses layanan PRB dan menebus resep rutin.
Capaian lain termasuk opini Wajar Tanpa Modifikasian untuk laporan keuangan BPJS selama 11 tahun berturut-turut, serta aset bersih DJS 2024 sebesar Rp49,52 triliun. Tahun lalu, rata-rata 1,8 juta kunjungan layanan JKN terjadi setiap hari, menandakan meningkatnya kepercayaan publik.
Ketua Dewas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menegaskan bahwa Program JKN kini memasuki fase maturitas, menjadi simbol kehadiran negara dalam menjamin hak dasar seluruh warga.

