Dampak Investasi Tambang Nikel, Kondisi Desa Siuna Memprihatinkan
LUWUK, terasbanggai.com – Warga pertambangan nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, disorot keras masyarakat setempat.
Mereka menilai operasi tambang telah menyebabkan kerusakan lingkungan serius, sistematis, dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Penelusuran media ini mencatat, aktivitas tambang di wilayah hulu sungai diduga kuat menjadi penyebab utama pencemaran air dan sedimentasi berat.
Air sungai yang sebelumnya menjadi sumber kehidupan warga kini berubah keruh, berlumpur, bahkan berwarna merah kecoklatan. Kondisi ini membuat warga kesulitan mengakses air bersih.
Tak hanya itu, diduga Limbah dan endapan sedimen dari area tambang mencemari pantai dan menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove, yang selama ini berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dan sumber penghidupan nelayan.Tingkat keparahan dampak operasional tambang bahkan disebut diduga melumpuhkan Jalan Trans Sulawesi, setelah lumpur limbah menutup badan jalan. Peristiwa tersebut dinilai sebagai bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan nikel di kawasan tersebut.
Selain kerusakan lingkungan, warga juga mengeluhkan debu tebal dari aktivitas tambang yang diduga berdampak pada kesehatan serta mengganggu aktivitas harian masyarakat. Mata pencaharian warga yang bergantung pada sektor pertanian dan perikanan semakin terancam.

