Dariyanto: Kolaborasi BUMDes Jadi Model Pengembangan Ekonomi Berbasis Potensi Setempat
Luwuk, terasbanggai.com–Pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Banggai mulai diarahkan pada kolaborasi antar BUMDes untuk memperluas jangkauan produk lokal hingga ke pasar internasional.
Jika sebelumnya usaha tersebut hanya dijalankan oleh satu BUMDes, tahun ini pengembangannya melibatkan lima BUMDes yang berkolaborasi dalam kegiatan usaha arang kelapa.
Kepala Bidang Pemberdayaan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banggai, Dariyanto Sangkota, ST, MM, mengatakan pola kolaborasi ini menjadi langkah pengembangan usaha desa agar memiliki kapasitas lebih besar dalam menjangkau pasar.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya telah menunjukkan bahwa usaha arang kelapa pernah dijalankan oleh satu BUMDes. Namun, pada tahun ini pendekatan tersebut dikembangkan melalui kerja sama lima BUMDes.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan produksi dan membuka peluang ekonomi baru bagi desa-desa yang terlibat.
Tak hanya memperluas kerja sama, pemasaran produk arang kelapa tersebut juga diarahkan ke pasar luar negeri. Dubai menjadi salah satu tujuan penjualan yang dibidik dalam pengembangan usaha tersebut.
Upaya ini menjadi peluang bagi BUMDes untuk meningkatkan nilai tambah potensi lokal sekaligus mendorong usaha desa agar tidak hanya bergantung pada pasar di tingkat lokal.
Kolaborasi lima BUMDes tersebut diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis potensi sumber daya setempat, dengan orientasi pemasaran yang lebih luas dan berdaya saing.
Pengembangan usaha ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong BUMDes agar mampu berkembang sebagai unit usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Keberhasilan pengembangan usaha arang batok kelapa membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra pemasaran.
Melalui sinergi tersebut, pengembangan usaha arang batok kelapa di Kabupaten Banggai diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk, serta memperkuat akses pasar domestik maupun internasional.
Program ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan pengelolaan yang semakin baik dan dukungan kemitraan yang kuat, usaha arang batok kelapa diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas kelapa, memperluas kesempatan usaha masyarakat, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa di Kabupaten Banggai.
Pengembangan usaha juga diarahkan pada diversifikasi produk turunan kelapa. Selain arang batok kelapa, potensi limbah kelapa dapat dikembangkan menjadi produk lain, seperti briket, coco chip, coco fiber, dan coco peat, sesuai dengan potensi serta kebutuhan pasar.

