Dinas Peternakan dan Kesehatan Salurkan Bantuan untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil KEK di Tiga Kecamatan
Terasbanggai.com. Luwuk– Dinas Peternakan dan Kesehatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menyerahkan bantuan produk olahan hasil peternakan kepada anak-anak yang mengalami stunting dan ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronik (KEK).
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan di tiga kecamatan, yaitu Moilong, Toili Barat, dan Batui Selatan, dengan total penerima sebanyak 115 anak stunting dan 25 ibu hamil KEK.
Penyerahan bantuan di Kecamatan Moilong berlangsung pada 5 November 2024 dan melibatkan berbagai desa, antara lain Desa Minahaki dengan 10 anak penerima, Desa Minakarya dengan 8 anak dan 1 ibu hamil KEK, hingga Desa Tou yang menerima bantuan untuk 12 anak.
Di Kecamatan ini, turut hadir Camat Moilong, kepala desa, kader posyandu, serta Tim Penggerak PKK Pokja 4 yang memberikan dukungan penuh pada kegiatan tersebut.
Pada hari yang sama, penyerahan bantuan juga dilakukan di Kecamatan Toili Barat. Sebanyak 23 anak dan 1 ibu hamil KEK dari Desa Rata menjadi salah satu penerima utama, diikuti desa lain seperti Desa Lembah Keramat dengan 8 anak dan 3 ibu hamil KEK, serta Desa Gunung Keramat dengan 4 anak dan 1 ibu hamil KEK. Secara keseluruhan, bantuan di Toili Barat menjangkau lebih dari sepuluh desa, dengan dukungan dari kader kesehatan setempat.
Sementara itu, Kecamatan Batui Selatan menerima bantuan pada 6 November 2024, dengan sasaran 11 anak stunting. Penyerahan di wilayah ini juga dihadiri oleh perangkat kecamatan dan perwakilan masyarakat setempat.
Adapun jenis produk yang diberikan berupa susu ibu hamil, susu untuk anak batita, abon daging sapi, abon telur, madu, serta telur ayam. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil, sehingga membantu mereka mencapai status kesehatan yang lebih baik.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan dalam mengatasi masalah stunting dan malnutrisi di Kabupaten Banggai. Keterlibatan lintas sektor, termasuk dukungan dari camat, kepala desa, serta kader posyandu, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup ibu hamil KEK di wilayah ini.

