Direktur Kementan Tegaskan Alih Fungsi LP2B Harus Perkuat Ketahanan Pangan di Banggai
Luwuk, terasbanggai.com – Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian, Dede Sulaeman, menegaskan pengembangan sektor energi dan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan.
Pernyataan itu disampaikan Dede saat menghadiri kegiatan tutup tanam pada lahan pengganti alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Dusun Cendana, Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), dan turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai Subhan Lanusi serta Chief Legal JOB Tomori, Merdi Andriono Murti.
Menurut Dede, penerapan Pengendalian dan Mitigasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PM-AAS) menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan sektor energi tidak mengabaikan kepentingan pangan.
“Penerapan PM-AAS juga menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa pengembangan sektor energi dan pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor pangan,” ujar Dede.
Ia mengatakan, dalam pengembangan Proyek Senoro Selatan JOB Tomori, perusahaan memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap ketahanan pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan lahan pertanian, termasuk penyediaan lahan pengganti sebagai konsekuensi alih fungsi LP2B.
Dede juga meminta agar keberadaan lahan pertanian pengganti tersebut mendapat perhatian serius, termasuk dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kabupaten Banggai, khususnya wilayah Batui Selatan.
Alih fungsi LP2B seluas sekitar 22 hektare dilakukan untuk mendukung pengembangan Proyek Senoro Selatan yang melintasi lima desa di Kabupaten Banggai.
Sebagai bentuk penggantian, disiapkan lahan pertanian melalui pencetakan sawah seluas sekitar 68,12 hektare di Desa Sinorang, pembangunan infrastruktur pendukung serta penyediaan alat dan mesin pertanian.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan tutup tanam musim pertama di lahan pengganti alih fungsi LP2B serta penyerahan lima unit pompa air kepada kelompok tani dari sejumlah kecamatan.
Dukungan JOB Tomori terhadap sektor pertanian juga diwujudkan melalui penyediaan 102 ton pupuk organik, 3,4 ton bibit padi varietas lokal serta pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1,3 kilometer.
Kepala Dinas TPHP Banggai, Subhan Lanusi, menyambut baik sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, Kementerian Pertanian, SKK Migas, JOB Tomori, pemerintah desa, kelompok tani dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sektor pertanian.
“Saya berharap dengan adanya produksi dari lahan 68,12 hektare, maka dapat memperkuat keandalan pasokan pangan di daerah,” kata Subhan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam mewujudkan kemandirian energi dan ketahanan pangan.
Melalui program lahan pengganti tersebut, JOB Tomori menegaskan kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi dan pangan dengan mengedepankan pelibatan masyarakat, pemberdayaan petani serta penciptaan nilai tambah bagi daerah.

