Fakultas Hukum Untika Gelar Evaluasi Pengembangan Kurikulum Libatkan Penegak Hukum hingga Dunia Usaha
Luwuk, terasbanggai.com– Fakultas Hukum Universitas Tompotika (UNTIKA) Luwuk menggelar Lokakarya Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum di Aula UNTIKA, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WITA tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIKA, Dr. Hamdin Husen, didampingi unsur Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNTIKA, Dr. Syaiful.
Lokakarya mengusung tema “Dari Pesisir Kepulauan Menuju Global: Transformasi Kurikulum Ilmu Hukum yang Adaptif, Responsif, dan Unggul.”
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya Fakultas Hukum UNTIKA menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu hukum, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Adapun visi yang menjadi landasan pengembangan kurikulum adalah menjadi Fakultas Hukum yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis wilayah pesisir dan kepulauan, profesional, serta berdaya saing global pada 2045.
Dekan Fakultas Hukum UNTIKA, Dr. Andi Munafri, mengatakan lokakarya diarahkan untuk mengevaluasi kurikulum yang sedang berlaku sekaligus mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan lulusan.
Evaluasi juga mencakup penyempurnaan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan bahan kajian ke dalam mata kuliah, penyusunan matriks CPL dan mata kuliah, serta rekomendasi metode pembelajaran dan asesmen.
“Setiap gagasan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan kurikulum yang adaptif, responsif, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu hukum, serta mampu menjawab tantangan masyarakat dan masa depan,” kata Andi Munafri.
Lokakarya tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur penegak hukum, pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok industri, NGO lingkungan, asosiasi dosen hingga organisasi mahasiswa.
Masukan juga diberikan Hakim Pengadilan Negeri Poso Eka Prasetya Ratu, S.H., M.H., melalui formulir masukan dan evaluasi kurikulum.
Selain itu, masukan datang dari KBO Reskrim Polresta Banggai, perwakilan Kejaksaan Negeri Banggai, Kabag Hukum Pemda Banggai, Ketua KPU Banggai, Ketua Bawaslu Banggai, Dinas Kelautan dan Perikanan Banggai, BRIDA Banggai, profesi hukum seperti notaris dan advokat, asosiasi dosen, HIPMI Banggai, Yayasan Banggai Insan Cita, alumni Fakultas Hukum, kelompok industri, BEM serta BPM Fakultas Hukum.
Hasil lokakarya selanjutnya akan diintegrasikan oleh tim kurikulum. Program studi juga akan melakukan validasi akademik dan stakeholder apabila diperlukan.
Setiap dosen atau tim mata kuliah akan menyusun maupun memperbarui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berdasarkan kurikulum yang disepakati.
Program studi kemudian akan menyusun dokumen kurikulum final beserta matriks dan struktur kurikulum untuk diajukan dalam proses review dan penetapan sesuai mekanisme internal perguruan tinggi.
Kurikulum yang telah ditetapkan nantinya akan disosialisasikan kepada dosen dan mahasiswa serta dievaluasi secara berkala.
Andi Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah memberikan masukan dalam proses evaluasi tersebut. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi lintas sektor penting untuk meningkatkan mutu pendidikan hukum sekaligus mempersiapkan lulusan yang profesional dan memiliki daya saing.

