Selasa, 13 Oktober 2026

FPRB Banggai Diharapkan Jadi Penggerak Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

LUWUK, terasbanggai.com — Pemerintah Kabupaten Banggai menegaskan komitmennya memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen itu ditandai dengan pelantikan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banggai periode 2025–2029 oleh Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, di Luwuk Selatan, Rabu (12/11/2025).

FPRB menjadi wadah kolaboratif antara pemerintah, akademisi, media, organisasi masyarakat, dan dunia usaha untuk memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan, mitigasi, serta kesiapsiagaan terhadap bencana.

Dalam Kongres I FPRB Banggai yang digelar pada 4 November lalu, Bambang Dwicahyo terpilih sebagai ketua forum untuk masa bakti 2025–2029.

Wabup Furqanuddin dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana, dari sekadar tanggap darurat menuju pendekatan berbasis pengurangan risiko.

“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek yang menerima dampak bencana, tetapi harus menjadi subjek yang aktif dan mandiri dalam menghadapi ancaman bencana,” ujarnya.

Ia berharap forum ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat jejaring komunikasi, edukasi, serta aksi nyata di lapangan.

“FPRB diharapkan dapat mendorong lahirnya inisiatif lokal seperti peta risiko desa, sistem peringatan dini berbasis masyarakat, dan literasi kebencanaan di sekolah-sekolah maupun komunitas,” tambahnya.

Furqanuddin juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan efektif.

“Masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan kesiapsiagaan bencana,” tandasnya.

Acara pelantikan turut dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Fery Sujarman, bersama sejumlah perwakilan organisasi dan lembaga terkait.

Tutup
error: Content is protected !!