Selasa, 13 Oktober 2026

Inflasi Kota Luwuk masih Capai 4,90 Persen, Mendagri Sampaikan Pesan Presiden Jokowi

Terasbanggai-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap kepala daerah yang inflasinya masih diatas 3,5 persen agar segera melakukan langkah penurunan.

Penekanan tersebut disampaikan Mendagri Tito saat memimpin rapat bersama kepala daerah terkait pengendalian inflasi di daerah, Senin (17/7/2023).

Langkah penururunan tersebut, kata Mendagri, seperti dengan menggali berbagai informasi terkait inflasi di daerahnya sekaligus mencari solusinya.

Hal ini bisa dilakukan misalnya melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melihat komponen apa saja yang membuat inflasi di daerah itu tinggi.

“Masalahnya adalah suplai yang kurang atau distribusi yang macet,” ujarnya dalam rilis di website Kemendagri.

Mendagri Tito juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi yang meminta agar langkah pengendalian inflasi harus detail.

Hal itu dapat dilakukan oleh setiap stakeholder termasuk pemerintah daerah (Pemda) dengan betul-betul memantau komoditas yang harganya naik dan mendata daerah mana saja yang mengalami kenaikan.

Dia mengatakan, meski per Juni 2023 rerata angka inflasi nasional sebesar 3,5 persen, tetapi ada sejumlah daerah yang inflasinya di atas angka tersebut.

“Untuk daerah-daerah yang di atas 3,5 persen juga cukup banyak, bahkan ada yang mencapai angka 6 persen lebih,” ujar Mendagri pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (17/7/2023).

Pihaknya mengaku telah menurunkan tim ke sejumlah daerah yang inflasinya masih terbilang tinggi agar membantu pengendalian dan berkomunikasi dan berdiskusi secara langsung dengan beberapa kepala daerah dalam upaya pengendalian inflasi.

INFLASI KOTA LUWUK

Sementara itu berdasarkan rilis BPS Banggai tertanggal 10 Juli 2023 menyebutkan inflasi kota Luwuk Year on Year pada Juni 2023 ini sebesar 4,90 persen.

Sementara inflasi Kota berdasarkan bulan ke bulan dengan data Juni 2023 tercatat 0,72 persen. Sementara inflasi berdasarkan tahun ke hari pada bulan Juni ini tercatat 3,12 persen.

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok transportasi 18,51 persen diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau 5,89 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 5,08 persen kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 4,80 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 2,32 persen.

Sementara di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,93 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,72 persen, kelompok pendidikan 0,36 persen.

Sementara penurunan indeks terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki 3,74 persen diikuti kelompok kesehatan 1,41 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,28 persen.

Tutup
error: Content is protected !!