Selasa, 13 Oktober 2026

Kades di Banggai Ungkap Kelakuan Pertamina EP, Perusahaan Negara tak Mau Buka Ruang Komunikasi

Terasbanggai– Dikenal sebagai perusahaan milik negara tidak menjadikan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field dekat bersama masyarakat, apalagi dengan pemerintah desa atau pemerintah kecamatan.

Kelakuan jajaran manajemen Pertamina EP yang berinvestasi di kabupaten Banggai ini terungkap saat RDP bersama Komisi 1 DPRD Banggai, Senin (29/5/2023) kemarin.

Adalah Kades Sindang Sari kecamatan Toili Barat I Gede Susila. Dalam RDP yang dihadiri Field Manager Donggi Matindok Ridwan Kiay Demak, Gede Susila mengungkap kelakuan perusahaan tersebut.

“Sebagai kepala desa yang kami ingin adalah itikad baik perusahaan masalah ini sudah lama tak kunjung selesai,” tegasnya.

Gede juga mengungkap prilaku perusahaan yang tertutup pada masyarakat dan pemerintah desa menjadi salah satu diantara banyaknya persolan di ring satu wilayah operasi Pertamina EP tersebut.

“Untuk masuk saja sudah ditanya macam macam. Mau ketemu siapa, sudah janjian atau belum. Padahal ini yang mau dibahas masalah yang dihadapi masyarakat bersama perusahaan,” ujarnya.

Gede bahkan mengungkap sejak menjabat kades Sindangsari baru pertama kali ketemu dengan wajah wajah manajemen Pertamina EP di RDP tersebut.

“Kami tahu investasi itu adalah Obvitnas. Tapi jangan bersembunyi dari itu dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tandasnya.

Dengan sikap tertutup perusahaan yang enggan melakukan komunikasi bersama masyarakat dan pemerintah desa menjadi salah satu faktor tidak selesainya masalah lahan milik Jaharudin dan Rusman di Toili Barat tersebut.

“Banyak alasan perusahaan ini, kalau ketemu selalu bukan kami, kami baru bertugas disini tidak mengetahui masalah,” tutur Kades Sindang Sari.

Camat Toili Barat Rustam Pettasiri pun mengungkap kelakuan Pertamina EP tersebut. Rustam bahkan menyebut pemerintah kecamatan menjadi pemadam kebakaran bila masalah sudah mengemuka di tengah masyarakat.

“Saya sudah pernah bilang sama Pak Ridwan bukalah ruang komunikasi jangan tertutup seperti ini. Tapi apa yang saya sampaikan tak kunjung dilaksanakan,” tuturnya.

Tutup
error: Content is protected !!