Selasa, 13 Oktober 2026

Kadis Ketapang Tandaskan Keberlanjutan Program SJSP, Penerima Manfaat Diberikan Sosialisasi

Terasbanggai.com, Luwuk– Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Banggai, Alfian Djibran menegaskan, program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan perangkat daerah yang dipimpinnya, melalui program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) telah sesuai dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Apa yang kami lakukan bagian yang tidak terpisahkan dari program SJSP, bahkan masyarakat penerima bantuan sangat bersyukur kerena dapat secara langsung membantu meningkatkan pendapatan ekonominya,” tandas Alfian, Senin (24/6/2024).

Dituturkan Alfian, setiap bantuan yang diserahkan pada penerima bantuan telah melalui berbagai tahapan mulai dari tahapan sosialisasi CPCL, penetapan lokasi dan  distribusi bantuan.

“Serta melalui penyuluh lapangan dinas ketahanan pangan juga memberikan penyuluhan pada penerima bantuan dan melakukan evaluasi. Tidak hanya penyuluh saya sendiri beserta kepala bidang juga melakukan pendampingan,” jelasnya.

Program SJSP yang digalakkan Disketapang ini berupa bibit cabe  pohon 25, tomat 25 pohon dan pupuk perangsang 2 botol  serta pestisida 1 botol yang diterima penerima manfaat berdasarkan data DTKS.

Penerima bantuan memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk bercocok tanam dan menghasilkan dampak ekonomi, sesuai semangat program SJSP.

“Bantuan bibit ini sudah kami salurkan di sejumlah desa yang tersebar di daerah ini,” ujar Alfian.

Dikatakan Alfian, sejak proses sosialisasi dilakukan pada penerima bantuan telah dijelaskan masa waktu tanaman yang hanya kurang lebih 3 bulan.

Rentang waktu 3 bulan tersebut bisa beberapa kali panen dan pada akhirnya tanaman tersebut bisa mengering.

“Saya pikir ini bisa dimengerti tentang masa tumbuh tanaman. soal tentang kedisipinan dan ketaatan masyarakat untuk memelihara  dengan baik dan terus mempunyai kemauan melanjutkan program ini. Saya tandaskan program yang dilaksanakan pemda ini merupakan upaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Menurutnya, pihaknya tidak mungkin akan kembali menyalurkan bibit pada penerima manfaat yang sama saat tanaman tidak produktif.

“Kenapa, karena semangat SJSP adalah asas pemerataan dimana semua masyarakat di desa lainnya mendapatkan program yang sama,” pungkasnya.

 

 

 

Tutup
error: Content is protected !!