Selasa, 13 Oktober 2026

Luwuk Jadi Pusat Perhatian Lewat Festival Budaya Internasional Lipu Celebes

LUWUK, terasbanggai.com — Luwuk kembali menjadi pusat perhatian lewat pelaksanaan 2nd International Festival Lipu Celebes yang resmi dibuka di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Kamis (11/11/2025) malam.

Festival ini menampilkan kolaborasi seni dan budaya lintas negara serta daerah, dan disaksikan ribuan warga yang memadati kawasan Teluk Lalong.

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 November itu diikuti delegasi seni dari Estonia, Meksiko, Korea Selatan, dan Filipina. Selain peserta mancanegara, festival juga diikuti empat kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Morowali, Buol, Toli-Toli, dan Tojo Una-Una.

Malam pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan tarian tradisional, musik etnik, dan atraksi budaya khas masing-masing peserta. Tepuk tangan penonton mengiringi setiap penampilan di panggung terbuka tepi laut tersebut.

Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili membuka secara resmi kegiatan itu. Ia menyebut festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarbangsa melalui seni dan budaya.

“Festival ini menjadi bukti bahwa Banggai terbuka untuk dunia. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata daerah kepada masyarakat internasional,” ujar Furqanuddin.

Menurutnya, ajang budaya semacam ini juga memberi dampak langsung pada ekonomi lokal. Ratusan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif turut berpartisipasi dengan membuka stan kuliner, kriya, dan produk khas daerah di sekitar lokasi acara.

“Kami ingin anak muda Banggai menjadi bagian dari gerakan ekonomi kreatif ini, bukan sekadar penonton,” tambahnya.

Festival Lipu Celebes pertama kali digelar pada 2023 dan kini telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Banggai, Subrata Kalape, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program pemajuan kebudayaan nasional.

“Lipu Celebes adalah wujud nyata upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah. Tahun depan kami menargetkan lebih banyak negara berpartisipasi,” ujarnya.

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan seni, pameran UMKM, lokakarya budaya, hingga parade kostum tradisional.

Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi Banggai sebagai salah satu pusat kegiatan budaya di Sulawesi Tengah.

Tutup
error: Content is protected !!