Selasa, 13 Oktober 2026

Mitigasi Dampak Inflasi Pemda Banggai segera Salurkan Bansos, Sekkab : Disalurkan Dalam Bentuk Uang Tunai atau Berupa Barang

Sekkab Banggai Abdullah Ali

Terasbanggai.com, Luwuk- Pemerintah daerah kabupaten Banggai optimistis penyaluran bantuan sosial (bansos) pada masyarakat akibat dampak inflasi dan kenaikan BBM segera direalisasikan.

Sekab Banggai Abdullah Ali mengungkapkan, saat ini pemerintah  daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 6,9 miliar. Anggaran tersebut berasal dari  anggaran DAU dan DBH yang disisihkan sebesar 2 persen.

“Totalnya Rp. 6,9 miliar dan akan dialokasikan ke perangkat daerah yang berwenang menyakurkan bansos pada masyarakat,” jelasnya.

Sekab Abdullah menjelaskan,  saat ini yang dilakukan perangkat daerah adalah mengatur mekanisme penyaluran bansos bagi masyarakat akibat dampak inflasi dan kenaikan BBM.

Menurutnya, agar bansos itu tepat sasaran perangkat daerah yang berwenang melakukan kajian teknis. Misalnya, apakah bansos yang diserahkan pada masyarakat itu diserahkan dalam bentuk tunai atau berupa barang.

“Kajian teknis itu dilakukan agar bansos tepat sasaran dan bertujuan melakukan mitigasi akibat dampak inflasi dan kenaikan bbm,” ujar Abdullah Ali.

Abdullah juga menuturkan prioritas penyaluran bansos yang akan dilakukan pemda Banggai juga dapat mengakomodir masyarakat yang belum terakomodir pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Harapan kita agar bansos ini benar benar dirasakan masyarakat yang terdampak. Selain itu juga menghindari tidak terjadi dobel penerimaan bansos,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten Banggai Hasrin Karim mengungkapkan,  TPID saat ini terus melakukan koordinasi bersama perangkat daerah terkait dalam rangkan mitigasi dampak inflasi dan kenaikan BBM.

“Kita terus melakukan koordinasi. Misalnya Disperindag saat ini telah melakukan operasi pasar. Sesuai pemantauan kami inflasi Kota Luwuk secara perlahan alami penurunan,”  jelas Hasrin yang juga kepala dinas perdagangan dan perindustrian ini.

Tutup
error: Content is protected !!