Peduli Kemanusiaan SAAF, untuk Mesya yang Jalani Operasi Tumor
LUWUK, terasbanggai.com – Kasus Mesya, bocah asal Kabupaten Banggai yang menjalani pemulihan pascaoperasi tumor di Makassar, memunculkan bentuk kolaborasi kemanusiaan lintas lembaga yang dinilai dapat menjadi model gerakan filantropi baru di Banggai.
Respons cepat bermula saat kondisi kesehatan Mesya viral di media sosial. Ketua Umum Syukuran Aminuddin Amir Foundation (SAAF), Risdianto Pattiwael, menginstruksikan Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Saiful Basir, untuk membangun jejaring kolaborasi antarinstansi guna membantu pasien.
Aksi gotong royong tersebut kemudian melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melalui dr. Budi Uda’a, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Syafruddin Hinelo, Senator asal Sulawesi Tengah Andhika Mayrizal Amir, serta Kasat Intelkam Polres Banggai AKP Usman.
Melalui kolaborasi ini, bantuan tidak hanya menanggung kebutuhan medis Mesya, tetapi juga akomodasi tempat tinggal di Makassar dan kebutuhan operasional keluarga selama masa perawatan.
Risdianto Pattiwael menyebut pola kerja kolektif seperti ini perlu menjadi budaya dalam penanganan kasus kemanusiaan.
“Ketika banyak pihak bergerak bersama, beban sesulit apa pun menjadi mungkin untuk diringankan. Ini bukan hanya tentang bantuan, tapi tentang solidaritas antarsesama,” ujarnya.
Saiful Basir menambahkan bahwa kolaborasi terbuka ini menunjukkan bahwa aksi sosial tidak harus bergantung pada satu organisasi.
“Semua pihak punya ruang untuk terlibat. Kita berharap semangat ini terus berlanjut, bukan hanya pada kasus Mesya, tetapi untuk siapa pun yang membutuhkan,” ungkapnya.
Penguatan jaringan filantropi tersebut diperkirakan akan memberikan dampak berkelanjutan, terutama bagi masyarakat Banggai yang membutuhkan akses bantuan kesehatan di luar daerah.

