Selasa, 13 Oktober 2026

Pekerja Tewas saat Bekerja, AMPUH Sulteng Minta SKK Migas Tegur Keras Pertamina EP DMF

Terasbanggai.com, Luwuk– Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sulawesi Tengah mendesak SKK Migas segera mengevaluasi penerapan keselamatan di Pertamina EP Donggi Motindok Field (DMF), menyusul tewasnya AP (37) dalam kecelakaan kerja.


Koordinator AMPUH Sulteng, Chairul Salam, Selasa (28/10/2025), menyebutkan bahwa aktivitas industri gas di Kabupaten Banggai memiliki risiko tinggi. Karena itu, menurut dia, Pertamina EP DMF berkewajiban menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja serta masyarakat di sekitar wilayah operasinya.


Chairul mengkritik keras insiden kecelakaan kerja yang terjadi pada Agustus 2025. Ia menilai, hilangnya nyawa seseorang dalam proses operasional menunjukkan adanya potensi ketidaksesuaian penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkup Pertamina EP DMF.


“Tragedi ini tidak boleh dianggap remeh. Di lokasi operasi itu, anak daerah juga terlibat bekerja. Jangan sampai keselamatan mereka hanya jadi catatan di atas kertas,” ucapnya.


Ia menambahkan, sistem K3 mestinya memastikan kondisi kerja yang aman dan meminimalkan risiko kecelakaan fatal. Namun, kasus yang menimpa AP justru menggugurkan rasa aman tersebut.


AMPUH menilai SKK Migas tidak boleh tinggal diam. Sebagai institusi yang mengawasi langsung kegiatan hulu migas nasional, SKK Migas disebut wajib menegakkan akuntabilitas Pertamina EP DMF atas kejadian yang meresahkan masyarakat ini.


“Hari ini korbannya pekerja dari luar daerah. Tapi bagaimana jika nantinya warga lokal yang jadi korban? Kita tidak bisa terus menutup mata,” tegas Chairul.
Peristiwa maut itu terjadi pada 31 Agustus 2025 di area operasi Pertamina EP DMF.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, korban AP (37) yang berasal dari Sulawesi Selatan meninggal saat membuka salah satu katup gas. Publik Kabupaten Banggai terkejut, terutama karena pihak perusahaan dinilai tidak transparan mengenai fakta insiden tersebut.

Tutup
error: Content is protected !!