Pemkab Banggai Evaluasi Program Pencegahan Stunting di Wilayah Operasi JOB Tomori
Terasbanggai.com, Luwuk— Pemerintah Kabupaten Banggai terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui evaluasi menyeluruh program pencegahan anak kerdil di wilayah operasional Joint Operating Body (JOB) Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi.
Evaluasi yang digelar di Luwuk ini dibuka secara resmi oleh Bupati Banggai Amirudin dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, lembaga pendidikan, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Amirudin menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani masalah stunting yang dinilainya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia juga mengapresiasi peran aktif JOB Tomori yang selama ini mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
“Masalah stunting adalah persoalan bersama. Maka kolaborasi seperti ini perlu dijaga dan ditingkatkan demi masa depan generasi kita,” ujar Amirudin.
Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Hj. Nurmasita Datu Adam, yang menjelaskan capaian dan strategi program penurunan stunting di daerah, serta paparan akademik dari Prof. Veny Hadju terkait tantangan dan harapan percepatan intervensi gizi di wilayah industri migas.
Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Ketua Komisi I DPRD Banggai Lisa Sundari, Senior Manager Business Support JOB Tomori Agus Sudaryanto, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Prof. Sykri Paliituri, serta Kabag Prokopim Setda Banggai Muhlis Pampawa.
Evaluasi tengah program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Banggai dalam menurunkan prevalensi stunting secara terintegrasi melalui pendekatan multi-sektor.

