Kamis, 15 Oktober 2026

Program SJSP Tidak Hilang, Hanya Berganti Nama Menjadi GERMAS

Terasbanggai.com, Luwuk — Pemerintahan Amirudin dan Furqanuddin kembali menjadi sasaran kritik tanpa dasar. Kali ini, beredar informasi hoaks mengenai dihapuskannya program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Ironisnya, informasi tersebut disebarluaskan tanpa konfirmasi dari pihak berwenang. Menanggapi hal ini, Sekretaris DPD Partai Golkar Banggai sekaligus Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulap, meluruskan kabar yang dinilainya menyesatkan.

Dalam keterangannya kepada media pada Rabu (19/3/2025), Irwanto menjelaskan bahwa dalam forum RKPD yang berlangsung pada 17 Maret 2025, arah kebijakan Pemkab Banggai telah ditetapkan melalui beberapa langkah prioritas. Forum tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh pemangku kebijakan hingga tingkat desa.

Pada kesempatan itu, para ketua komisi DPRD juga menyampaikan pokok-pokok pikiran berdasarkan hasil reses dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan masyarakat. Penyampaian tersebut dilakukan oleh Lisa Sundari (Komisi I), Irwanto Kulap (Komisi II), dan Suprapto (Komisi III).

“Kami menyampaikan pokok-pokok pikiran yang bersumber dari hasil reses dan RDP dewan,” ujar Irwanto.

Ia menegaskan bahwa program SJSP tidak dihapus, melainkan berganti nama menjadi Gerakan Masyarakat untuk Memanfaatkan Pekarangan (GERMAS). Program ini tetap berjalan dengan mekanisme yang sama, termasuk pemberian bantuan bibit sayuran, ikan, ayam, pupuk, alat pertanian, dan lainnya, yang masih mendapat dukungan dari Pemda Banggai.

Namun, perbedaannya terletak pada penerima manfaat. Jika sebelumnya program ini berfokus pada masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kini diperluas untuk mencakup seluruh masyarakat Banggai. Pemda menetapkan GERMAS sebagai gerakan bersama yang bertumpu pada inisiatif dan keinginan kuat masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan.

“Artinya, program SJSP tetap ada pada tahun 2026, hanya berganti nama menjadi GERMAS,” pungkas Irwanto Kulap.

Tutup
error: Content is protected !!