Selasa, 13 Oktober 2026

RUPS Perdana PT Banggai Energi Utama, Bupati Tegaskan Pengelolaan harus Taat Regulasi

Terasbanggai-PT Banggai Energi Utama (BEU) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perdananya yang dihadiri langsung Bupati Banggai Amirudin bertempat di ruang rapat khusus kantor Bupati Banggai, Selasa (28/11/2023).

Bupati Banggai Amirudin sebagai kepala daerah yang mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah mengingatkan jajaran komisaris dan direksi PT BEU agar dalam pengelolaan manajemen perusahaan senantiasa mengedepankan profesionalitas, keterbukaan dan paling utama adalah taat regulasi.

“Sepanjang tidak bertentangan dengan aturan perundang undangan laksanakan karena BUMD ini oleh inspektorat, BPK dan BPKP selalu dilakukan pemeriksaan,” ujar Bupati Amirudin.

Sebelumnya dalam pertemuan bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir, Bupati Banggai Amirudin juga telah meminta waktu pertemuan jajaran direksi, komisaris PT BEU bersama Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura.

Diketahui, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui APBD  dalam bentuk penyertaan modal pada PT Banggai Energi Utama senilai Rp. 16,5 Miliar.

RUPS perdana dihadiri Komisaris PT BEU Imran Suni, Direktur Administrasi dan Keuangan PT BEU Rohdiana, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai Ferlin Monggesang, kepala bagian setdda Banggai. Sementara Direktur Utama PT BEU Achmad Zaidy dan Direktur Operasional Kuncoro Kukuh mengikutinya dari Jakarta melalui zoom meeting.

RPUS tersebut membahas dan menetapkan sejumlah hal, diantaranya, rencana kerja anggaran perseroda tahun 2024, anggaran dasar, serta pembahasan pengangkatan satuan pengawas internal (SPI) dan komisi audit.

Direktur Utama PT BEU Acmad Zaidy memaparkan rincian anggaran untuk mendukung operasional PT BEU di tahun 2024. Total, PT BEU menganggarkan biaya operasionalnya sebesar Rp. 5,1 miliar. Itu sudah termasuk anggaran untuk sebagian operasional tahun 2023 yang sebesar Rp1,3 miliar.

“Jadi, kalau kita hitung riil, budget yang kita butuhkan per tahun itu rata-rata Rp4 miliar,” ujar Achmad Zaidy.

 

Tutup
error: Content is protected !!