Tragis Siswa SDN 8 Diduga Dapat Intimidasi saat Kemah Prestasi Pramuka di Boitan
Terasbanggai– Sejumlah orang tua siswa SDN 8 Luwuk memulangkan anak dari lokasi kemah prestasi Pramuka di desa Boitan, kecamatan Luwuk Timur.
Sejumlah orang tua memulangkan awal anak anaknya karena diduga mendapatlkan intimidasi dan cemohan psikis.
Dari vidio yang diunggah dan tersebar media sosial facebook anak anak SDN 8 itu mengaku mendapatkan perlakuan tindakan kekerasan dengan dicubit.
Tak hanya itu mereka juga mendapatkan hinaan dengan menyebut kulit gelap, majokot.
“Torang dipukul, torang pe pakaian di lempar lempar,” ungkap salah satu siswa SDN 8 sambil menangis dalam vidio tersebut.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SDN 8 Luwuk Irfan Milang saat dikonfirmasi sangat menyayangkan perlakuan pembina Gudep SDN 8 Luwuk terhadap anak didiknya sendiri.
“Sebagai ketua komite sekolah saya sangat menyayangkan kejadian tersebut,” tandasnya, Selasa (31/10/2023).
Ditegaskan pembina Gudep seharusnya menjadi panutan dan menjaga anak didik. Orang tua mengizinkan anak anak ikut kemah prestasi karena mereka dijaga dan dilindungi pembinanya.
“Atas nama komite sekolah saya minta maaf dan kejadian ini akan kami rapatkan” tutur Camat Luwuk yang juga Ka Mabirran Pramuka ini.
Sementara Ka Kwarran Luwuk Muhtar Kantu saat dhubungi media mengaku tidak mengetahui petistiwa tersebut.
“Saya belum mengetahui kejadian itu coba hubungi ketua kontingen Luwuk,” tuturnya.
Kepala Sekolah SDN 8 saat ingin dikonfirmasi melalui nomor handphone tidak dalam posisi aktif.

