Kemah Bakti Pramuka Disorot, Camat : Kami Sudah Tegur yang Lakukan Pungutan
Terasbanggai.com, Luwuk-Kemah bakti Pramuka disorot sejumlah pengunjung dan pendamping.
Keluhan muncul setelah sejumlah warga di sekitar area perkemahan menarik pungutan, saat hendak ingin mandi ataupun keperluan lainnya menggunakan kamar mandi warga.
“Kalau mandi dipungut 7 ribu buang air besar 5 ribu,” jelas warga yang mengaku pendamping peserta Pramuka dari kecamatan.
Mereka tidak menyoal soal pungutan saat mengunakan toilet warga di sekitar lokasi perkemahan. Namun, pungutan yang diterapkan dinilai sudah tak rasional.
“Siapa yang tak butuh duit. Tapi tarifnya jangan keterlaluan lah,” ungkapnya.
Camat Toili, Made Brata saat dikonfirmasi mengungkapkan, meski tak masuk dalam kepanitiaan kemah bakti yang dilaksanakan di desa Bukit Jaya, pihaknya sudah menegur warga yang memungut biaya toilet di lokasi perkemahan.
“Saya tandaskan yang memungut itu hanya satu dua orang kami sudah tegur,” ungkapnya, Senin (9/8/2022).
Dituturkan Made, hasil penelusurannya mayoritas yang mengunakan toilet warga itu adalah pengunjung dan orang tua yang mengantar anaknya.
Kalaupun ada yang menggunakan toilet warga tarif hanya sekira 2 ribu sampai 3 ribu.
“Kalau anak anak Pramuka itu tidak ada yang gunakan toilet warga. Mereka mandi di sungai yang jernih itu,” kata Made.
Made berharap semua pihak dapat mensukseskan kemah bakti yang digelar Kwarcab Banggai.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir direncanakan akan membuka kegitan tersebut sore hari ini. (*)

